Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
395 Ribu Warga dan Pelaku Usaha di Samarinda Disasar Sensus Ekonomi
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor. (IDN Times/Istimewa)

Samarinda, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mengerahkan 635 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dimulai pada 15 Juni 2026. Ratusan petugas tersebut akan mendata sekitar 395 ribu warga dan pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kota Samarinda.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, mengatakan petugas yang diterjunkan terdiri atas petugas sensus dan pengawas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung ke masyarakat.

"Kami menyiapkan 635 petugas sensus, termasuk petugas pengawas lapangan. Mereka akan mendata sebanyak 395.000 warga dan tempat usaha yang tersebar di seluruh wilayah Samarinda," ujar Supriyanto dilaporkan Antara di Samarinda, Selasa (16/6/2026).

Sebagai tanda dimulainya sensus, BPS melakukan pendataan perdana di Balai Kota Samarinda. Pendataan pertama menyasar Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri, dan Sekretaris Daerah Neneng Chamelia Santi.

1. Petugas sensus mengumpulkan informasi

Suasana perkotaan Samarinda saat ini yang tak lagi memiliki bangunan bersejarah. (IDN Times/Zulkifli Nurdin)

Dalam proses pendataan, petugas mengumpulkan berbagai informasi, mulai dari data kependudukan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan anggota rumah tangga, hingga kepemilikan usaha di luar jabatan pemerintahan yang dijalankan.

Setelah pendataan tingkat pimpinan daerah selesai, tim sensus langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pendataan dari rumah ke rumah di 10 kecamatan se-Kota Samarinda.

Supriyanto menjelaskan, proses pendataan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selain melakukan wawancara, petugas juga akan mendokumentasikan kondisi rumah warga sebagai bagian dari proses verifikasi dan validasi data.

Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian dan perkembangan usaha di Indonesia secara menyeluruh.

"Hasil sensus ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," katanya.

2. ASN Samarinda diminta memberikan data sebenarnya

Wali Kota Samarinda Andi Harun. Foto istimewa

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengajak masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang akurat kepada petugas.

Ia juga berharap seluruh petugas mampu menjalankan tugas secara profesional sehingga data yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

"Harapan kami, para petugas BPS dapat menjalankan tugas pendataan secara profesional, akurat, dan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujar Andi Harun.

3. Pendataan ASN dilakukan secara terpusat

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Selasa (7/4/2026). Foto istimewa

Sementara itu, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri mengusulkan agar pendataan terhadap ASN dapat dilakukan secara terpusat guna mempermudah kerja petugas di lapangan.

"Jika diperlukan, kami siap mengumpulkan pegawai Pemkot Samarinda di satu lokasi sehingga petugas BPS dapat melakukan pendataan secara lebih efektif tanpa harus mendatangi rumah satu per satu," kata Saefuddin.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Samarinda siap berkolaborasi penuh untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi pijakan penting dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah pada masa mendatang.

Editorial Team

Related Article