Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Perbatasan RI-Malaysia

- Bendera Merah Putih berukuran 17 x 8 meter dikibarkan di Bukit Tempayan, Sambas, Kalimantan Barat, pada 3 Agustus 2026 menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
- Kirab Merah Putih melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi pemuda, tokoh masyarakat, pelajar, dan warga; 1.000 bendera juga dipasang serta dibagikan di jalur PLBN Aruk.
- Persiapan sejak 29 Juli dilakukan lewat gotong royong APPP, masyarakat, dan aparat pendukung, dengan kegiatan menegaskan perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia.
Sambas, IDN Times - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bergelora di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Bendera Merah Putih raksasa berukuran 17 x 8 meter dikibarkan di puncak Bukit Tempayan, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (3/8/2026).
Pengibaran bendera raksasa tersebut menjadi puncak rangkaian Kirab Merah Putih yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga di kawasan perbatasan.
1. Semangat nasionalisme di wilayah perbatasan

Komandan Kompi Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Armed 19/Bogani, Kapten Arm Erlangga, mengatakan kegiatan itu merupakan simbol kebersamaan sekaligus bentuk nyata semangat nasionalisme masyarakat di wilayah tapal batas.
"Perbatasan merupakan beranda terdepan Indonesia. Melalui Kirab Merah Putih ini kami ingin menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masyarakat di tapal batas tetap kokoh. Bendera yang berkibar di Bukit Tempayan menjadi simbol persatuan, kedaulatan, dan kecintaan terhadap NKRI," ujar Erlangga.
Selain mengibarkan bendera raksasa, panitia memasang 700 bendera Merah Putih di sepanjang jalur menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk. Sebanyak 300 bendera lainnya juga dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan sehingga kawasan perbatasan dipenuhi nuansa merah putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.
Kirab diawali dengan apel yang dipimpin Camat Sajingan Besar, Yusak Sutomo. Selanjutnya, para peserta bersama-sama mengusung bendera raksasa melintasi jalur perbukitan hingga tiba di puncak Bukit Tempayan untuk dikibarkan.
2. Persiapan sudah dilakukan sejak 29 Juli 2026

Erlangga mengungkapkan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak 29 Juli 2026. Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan (APPP) bersama masyarakat bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan dukungan Satgas Bais TNI, aparat intelijen wilayah, serta Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Armed 19/Bogani.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Semoga semangat kebangsaan seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga persatuan serta keutuhan bangsa," katanya.
3. Perbatasan adalah beranda terdepan Indonesia

Kirab Merah Putih diikuti oleh APPP, Tim 8/Aruk Satgas Citarum Bais TNI, Satgas SGI Kodam XII/Tanjungpura, Tim Intel Korem 121/Alambhana Wanawai, Unit Intel Kodim 1208/Sambas, SSK I Satgas Pamtas Yon Armed 19/Bogani, CIQS PLBN Aruk, Kesbangpol Kabupaten Sambas, Forkopimcam Sajingan Besar, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, hingga warga setempat.
Menurut Erlangga, berkibarnya Merah Putih di Bukit Tempayan menjadi penegasan bahwa kawasan perbatasan bukan sekadar garis pemisah antarnegara, melainkan beranda terdepan yang menjaga persatuan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ribuan bendera Merah Putih yang menghiasi jalur menuju PLBN Aruk turut menjadi simbol kuatnya rasa cinta Tanah Air yang tumbuh di wilayah paling ujung negeri sekaligus menegaskan bahwa semangat kemerdekaan terus berkobar dari perbatasan Indonesia.


















