4 Pekerja Terperosok ke Corong PLTU Ketapang, 2 Korban Tewas

Pontianak, IDN Times - Empat pekerja terperosok ke Cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Peristiwa itu terjadi di lingkungan PT PLN Nusantara Power, Jalan Hayam Wuruk, Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Empat pekerja dilaporkan terperosok ke dalam cerobong pembakaran bahan bakar PLTU pada Rabu (21/1/2026) sore.
Dari peristiwa tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat. Namun korban selamat mengalami trauma dan masih menjalani perawatan di RSUD Ketapang.
1. Korban saat itu tengah melakukan perawatan di area cerobong

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden terjadi sebelum pukul 16.00 WIB saat para pekerja tengah melakukan aktivitas perawatan (maintenance) di area cerobong. Keempat korban diketahui merupakan pekerja dari perusahaan vendor, PT Limas, yang sedang bertugas di area PLTU Ketapang.
Salah satu perwakilan keluarga korban mengatakan, hingga malam hari pihak keluarga belum mendapatkan penjelasan resmi dari manajemen perusahaan terkait kronologi kejadian maupun kondisi para korban.
“Kejadiannya sebelum jam empat sore. Tapi sampai sekarang kami belum tahu bagaimana keadaan mereka secara jelas,” ungkap perwakilan keluarga korban, Kamis (22/1/2026).
2. Keluarga soroti lemahnya penerapan K3

Keluarga korban juga menyoroti dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PLTU. Mereka menyebutkan tidak tersedianya ambulans milik perusahaan saat proses evakuasi awal korban.
“Ambulans perusahaan tidak ada. Seharusnya di tempat kerja berisiko tinggi seperti ini ambulans selalu siaga. Korban pertama malah dibawa menggunakan mobil biasa,” paparnya.
Hingga malam hari keluarga korban masih bertahan di sekitar gerbang PLTU Ketapang. Istri, orang tua, serta anak korban tampak menunggu dengan penuh kecemasan. Keluarga mengaku tidak diizinkan masuk ke area perusahaan dan tidak mendapatkan penjelasan langsung dari pihak manajemen.
3. Keluarga tuntut kejelasan dari perusahaan

Seiring berjalannya waktu, jumlah warga dan keluarga pekerja yang berkumpul di depan gerbang PLTU semakin bertambah. Mereka menuntut kejelasan mengenai kronologi kejadian, kondisi korban, serta tanggung jawab perusahaan atas keselamatan para pekerja.
Pihak manajemen PLTU Ketapang maupun perusahaan vendor belum memberikan pernyataan resmi kepada keluarga korban maupun awak media.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Dedy Syahputra Bintang mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Terkait kejadian ini baru saja dilaporkan. Saat ini kami masih mendalami peristiwa tersebut dan memeriksa saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara,” tukas Dedy.


















