Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hindari 5 Kebiasaan Ini untuk Menjaga Kesehatan Tubuhmu!
ilustrasi wanita merenung (unsplash.com/unsplash+)

Samarinda, IDN Times - Kebiasaan sering kali menjadi patokan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kebiasaan yang baik tentu penting karena akan menimbulkan kenyamanan dan manfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang sering kita lakukan ternyata bisa berbahaya.

Salah satunya adalah kebiasaan tidur dengan posisi tengkurap. Meskipun sering dianggap lumrah, tanpa disadari, posisi ini bisa menimbulkan risiko buruk bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar sejak awal.

Berikut adalah lima kebiasaan yang perlu dihindari agar kesehatanmu tetap terjaga. Simak daftarnya di bawah ini!

1. Keramas menggunakan air hangat atau panas

ilustrasi keramas (unsplash.com/lindsay cash)

Keramas dengan air panas atau hangat mungkin pernah dilakukan oleh banyak orang. Tujuannya mungkin baik, yaitu agar sampo meresap lebih baik dan kotoran di kepala bisa hilang dengan mudah. Namun, meskipun terdengar sepele, keramas dengan air yang terlalu panas bisa berbahaya. Suhu panas dapat membuat akar rambut menjadi kering, rontok, dan mudah patah.

Dilansir dari Times of India, air panas memutus ikatan hidrogen yang membuat rambut membengkak sekitar 18 persen. Ini akan mengeringkan kulit kepala lebih dalam, membuat akar lebih lemah, serta rambut menjadi kusut dan sulit diatur. Banyak dari kita mengeluhkan tekstur rambut yang memburuk saat musim dingin, dan ini juga bisa disebabkan oleh penggunaan air panas.

2. Sering menahan bersin

ilustrasi pria sakit (pexels.com/towfiqu barbhuiya

Bersin adalah cara saluran pernapasan atau hidung merespons iritan atau benda asing yang masuk, seperti paparan sinar terang, suhu dingin, atau kondisi tubuh yang tidak fit. Bersin dapat melegakan saluran pernapasan.

Namun, ketika berada di dekat banyak orang atau di tempat umum, kita cenderung menahan bersin. Alasannya bervariasi, bisa karena malu atau tidak ingin menyebarkan virus atau kuman. Padahal, sering menahan bersin justru berdampak buruk bagi kesehatan dan bisa memicu komplikasi.

Menurut Healthline, menahan bersin dapat meningkatkan tekanan di dalam sistem pernapasan sekitar 5 hingga 24 kali lipat lebih dari yang disebabkan oleh bersin itu sendiri. Para ahli menyebut menahan bersin dapat menyebabkan cedera serius, seperti cedera diafragma, pecahnya gendang telinga, dan infeksi telinga bagian tengah.

Oleh karena itu, bersinlah dengan bebas, namun tetap perhatikan etika yang baik.

3. Tidur tengkurap

ilustrasi tidur tengkurap (unsplash.com/vladislav muslakov)

Setiap orang memiliki posisi tidur favoritnya sendiri, termasuk tidur tengkurap. Orang yang memilih posisi tidur ini biasanya merasa nyaman atau sudah terbiasa sejak kecil. Selain kenyamanan, tidur tengkurap juga diketahui dapat mengurangi dengkuran dan membantu mengurangi risiko sleep apnea.

Namun, perlu diingat untuk berhati-hati. Tidur tengkurap dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Dilansir dari Very Well Health, tidur dalam posisi ini bisa mengganggu keselarasan tulang belakang dan menyebabkan nyeri pada punggung, leher, dan bahu. Dalam kasus kronis, kamu mungkin akan melihat bekas sementara atau kerutan di wajah karena tertekan ke bantal terlalu sering.

Berdasarkan hal tersebut, penting untuk mencari informasi tentang posisi tidur yang aman. Jika sulit untuk mengubah kebiasaan, kamu dapat mencoba menggunakan bantal yang tepat. Di sisi lain, jika kamu mengalami masalah kesehatan tertentu dan khawatir tentang posisi tidur yang tepat, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang akurat.

4. Memakai pakaian tebal atau selimut saat demam

ilustrasi anak demam (pexels.com/cottonbro)

Banyak orang mungkin memiliki refleks untuk mengenakan baju atau selimut tebal ketika mengalami demam. Tujuannya mungkin baik, yaitu untuk melindungi tubuh dari kedinginan. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat berbahaya.

Dilansir dari Very Well Health, saat mengalami demam dan merasa kedinginan, seseorang mungkin ingin mengenakan lebih banyak pakaian atau menutupi diri dengan selimut untuk menghangatkan tubuh. Namun, hal ini justru dapat meningkatkan suhu tubuh, menyebabkan lebih banyak ketidaknyamanan, dan bahkan dapat menyebabkan dehidrasi.

Menurut ahli rawat inap anak di Kaiser Permanente, Dr. Anne Tran, sebaiknya anak tidak berpakaian terlalu tebal atau ditutupi dengan selimut yang tebal saat demam. Hal ini dapat menghambat panas tubuh keluar dan menyebabkan suhu tubuh naik lebih tinggi. Sebaiknya gunakan pakaian dan selimut yang tipis saat mengalami demam.

5. Terbiasa melakukan multitasking

ilustrasi lelah (unsplash.com/sinitta leunen)

Kebiasaan buruk yang perlu diubah adalah multitasking. Meskipun sering dianggap efisien untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, sebenarnya dapat berdampak negatif. Multitasking dapat menyebabkan kesulitan dalam mengatur pikiran, meningkatkan tingkat stres, dan bahkan berujung pada perasaan kewalahan yang memengaruhi kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk tidak meremehkan risiko dari multitasking. Ada baiknya membuat beberapa perubahan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Misalnya, membuat daftar tugas, mengelompokkan tugas serupa, atau mencoba teknik relaksasi dan membatasi gangguan. Meskipun tidak selalu sempurna, langkah-langkah ini akan membantu kamu untuk lebih fokus.

Sebenarnya, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele namun dapat berbahaya bagi kesehatan. Jika terus dibiarkan, dampaknya dapat menjadi serius di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mencari lebih banyak informasi tentang dampak dan tips menjaga kesehatan yang baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article