Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Biar Anak Tak Cuma Cerdas, Ajarkan 7 Sopan Santun Ini dari Kecil

Kota Samarinda
Biar Anak Tak Cuma Cerdas, Ajarkan 7 Sopan Santun Ini dari Kecil
Ilustrasi Pendidikan Anak Usia Dini
  • Sopan santun sejak dini membentuk karakter, empati, rasa hormat, dan kemampuan bersosialisasi; anak lebih mudah belajar lewat kebiasaan keluarga serta teladan orang tua.
  • Anak perlu dibiasakan berkata tolong, maaf, dan terima kasih; menerapkan etika makan; berbagi, mengantre, meminta izin, serta menghormati orang lain saat berkomunikasi.
  • Di rumah, ruang publik, dan lingkungan, anak diajarkan menjaga kebersihan, mengontrol suara, membantu sesuai usia, menghargai privasi, tidak menyakiti makhluk hidup, serta bijak memakai sumber daya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengajarkan sopan santun kepada anak bukan sekadar membuat mereka terlihat baik di depan orang lain. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, empati, rasa hormat, serta kemampuan anak bersosialisasi.

Nilai-nilai sopan santun sebaiknya dikenalkan sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari. Orang tua pun memiliki peran penting karena anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat di lingkungan keluarga.

Berikut tujuh aspek sopan santun yang penting diajarkan kepada anak.

  1. 1. Sopan santun dalam berbicara

    Ilustrasi Pendidikan Anak Sesuai Minatnya
    Ilustrasi Pendidikan Anak Sesuai Minatnya (unsplash.com/Fenghua)

    Tiga kata sederhana, yakni “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, memiliki makna besar dalam interaksi sosial.

    Ajarkan anak mengucapkan “tolong” ketika membutuhkan bantuan, “maaf” saat melakukan kesalahan, dan “terima kasih” setelah menerima bantuan atau kebaikan dari orang lain.

    Kebiasaan ini membantu anak memahami pentingnya menghargai orang lain sekaligus menumbuhkan rasa empati.

  2. 2. Sopan santun saat makan

    ilustrasi menyuapi anak makan
    ilustrasi menyuapi anak makan (pexels.com/Nicola Barts)

    Meja makan juga bisa menjadi tempat bagi anak untuk belajar sopan santun. Orang tua dapat membiasakan anak mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah menyiapkan makanan.

    Anak juga perlu diajarkan untuk menunggu semua orang mendapatkan makanan sebelum mulai makan, tidak berbicara dengan mulut penuh, serta menggunakan peralatan makan dengan baik.

    Kebiasaan sederhana ini akan membantu anak memahami etika ketika makan bersama, baik di rumah maupun di tempat umum.

  3. 3. Sopan santun dalam berbagi

    Ilustrasi program makan gratis untuk anak usia sekolah di luar negeri
    Ilustrasi program makan gratis untuk anak usia sekolah di luar negeri (pexels.com/Yan Krukau)

    Berbagi mainan dengan teman menjadi salah satu cara sederhana untuk mengajarkan kepedulian kepada anak. Dari kebiasaan tersebut, anak belajar bahwa tidak semua hal harus menjadi miliknya sendiri.

    Selain berbagi, ajarkan anak untuk bersabar saat mengantre dan meminta izin sebelum menggunakan atau meminjam barang milik orang lain. Kebiasaan ini membantu anak memahami pentingnya menghargai hak orang lain.

  4. 4. Sopan santun di tempat umum

    Ilustrasi anak-anak sekolah di India yang menerima manfaat program makan gratis
    Ilustrasi anak-anak sekolah di India yang menerima manfaat program makan gratis (pexels.com/Swastik Arora)

    Anak perlu memahami bahwa tempat umum merupakan ruang bersama yang harus dihormati. Salah satunya dengan mengajarkan mereka mengontrol volume suara agar tidak mengganggu orang lain.

    Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah membuang sampah pada tempatnya. Dari hal-hal kecil tersebut, anak belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya.

  5. 5. Sopan santun terhadap orang lain

    ilustrasi mengajak anak makan
    ilustrasi mengajak anak makan (pexels.com/Alex Green )

    Mengucapkan salam kepada orang yang lebih tua merupakan salah satu bentuk penghormatan yang dapat dibiasakan sejak dini.

    Anak juga perlu belajar mendengarkan ketika orang lain berbicara tanpa memotong pembicaraan. Ajarkan mereka menjawab pertanyaan dengan bahasa dan nada yang sopan.

    Kemampuan berkomunikasi dengan baik akan membantu anak membangun hubungan yang lebih positif dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sosialnya.

  6. 6. Sopan santun di rumah

    Ilustrasi lomba anak TK
    Ilustrasi lomba anak TK (pexels.com/Uğur Hamzayev)

    Rumah merupakan tempat pertama anak belajar tentang perilaku dan sopan santun. Karena itu, kebiasaan baik sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga.

    Orang tua dapat mengajarkan anak merapikan tempat tidur, membantu pekerjaan rumah sesuai usia, serta meminta izin sebelum memasuki kamar orang lain.

    Yang tak kalah penting, orang tua perlu memberikan contoh secara langsung. Anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan baik jika melihat anggota keluarganya saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

  7. 7. Sopan santun terhadap lingkungan

    Anak muda sedang hiking di pegunungan
    Ilustrasi anak muda melakukan aktivitas hiking di alam terbuka. (unsplash.com)

    Sopan santun tidak hanya berlaku kepada manusia, tetapi juga terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

    Ajarkan anak untuk tidak merusak tanaman, membuang sampah sembarangan, atau menyakiti hewan. Mereka juga perlu memahami pentingnya menggunakan sumber daya secara bijak, seperti tidak membuang-buang air dan makanan.

    Kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus kepedulian anak terhadap lingkungan.

    Mengajarkan sopan santun kepada anak membutuhkan proses, kesabaran, dan konsistensi. Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi juga perlu menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari.

    Ketika anak terbiasa melihat dan mempraktikkan perilaku saling menghormati, nilai tersebut akan lebih mudah melekat hingga mereka dewasa.

    Sopan santun bukan sekadar aturan perilaku, melainkan bekal penting bagi anak untuk membangun hubungan yang sehat, menghargai orang lain, dan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More