Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
50 Titik Longsor Ditemukan di Jalan Nasional Kutai Timur
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Sangata, IDN Times - Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, menjadi prioritas utama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud. Dalam setahun kepemimpinannya, intensitas kunjungan ke berbagai daerah untuk meninjau langsung kondisi jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota terus dilakukan.

Untuk jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, perbaikan bergerak cepat. Data menunjukkan peningkatan kualitas jalan provinsi dari 82,21 persen pada 2024 menjadi 85,83 persen di 2025.

Tak hanya pemeliharaan, rekonstruksi jalan juga mengalami lonjakan signifikan. Jika pada 2024 rekonstruksi dilakukan sepanjang 68 kilometer, maka pada 2025 meningkat menjadi 120 kilometer.

1. Peninjauan area jalan nasional di Kutai Timur

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud memberikan keterangan kepada wartawan terkait kemungkinan penyusutan transfer ke daerah dari pusat. (IDN Times/Erik Alfian)

Namun perhatian tak berhenti pada jalan provinsi. Pada 24–25 Februari 2026, Rudy kembali turun langsung meninjau jalur nasional di wilayah utara, tepatnya di Kabupaten Kutai Timur.

Ia memantau tiga ruas utama, yakni Sangatta–Simpang Perdau sepanjang 32 kilometer, Simpang Perdau–Muara Lembak sepanjang 13,10 kilometer, serta Muara Lembak–Sangkulirang/Pelabuhan Ronggang sepanjang 52,14 kilometer.

2. Kondisi kerusakan jalan di Kutai Timur

Ilustrasi Jalan rusak. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Hasil peninjauan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Di tiga ruas tersebut ditemukan sedikitnya 50 titik longsor, potensi longsor, serta penurunan badan jalan. Rinciannya, 17 titik di ruas Sangatta–Simpang Perdau, 11 titik di ruas Simpang Perdau–Muara Lembak, dan 22 titik di ruas Muara Lembak–Sangkulirang/Pelabuhan Ronggang.

Rudy meminta Dinas PUPR Kaltim segera melaporkan temuan tersebut kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) agar penanganan dapat dilakukan secepatnya. Kerusakan jalan dinilai mengganggu jalur distribusi logistik masyarakat Kaltim.

3. Kerusakan jalan nasional dilaporkan ke Menteri Pekerjaan Umum

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Ia juga berkomitmen menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses utama mobilitas komoditas unggulan daerah sekaligus jalur vital aktivitas masyarakat.

“Keberadaan jalan ini sangat strategis bagi pertumbuhan investasi daerah dan kelancaran rantai pasok pangan serta energi,” tegasnya dalam akun IG Pemprov Kaltim.

Rudy menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut menjadi kunci percepatan pemerataan pembangunan serta penguatan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur.

Editorial Team