Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

80 Tahun Merdeka, Empat Desa di Kaltim Masih Terisolasi di Dekat IKN

80 Tahun Merdeka, Empat Desa di Kaltim Masih Terisolasi di Dekat IKN
Ilustrasi akses transportasi pesawat di di apron Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Antaranews Kaltim/Taufiq hart)

Kutai Barat, IDN Times - Di saat Indonesia telah menikmati kemerdekaan selama 80 tahun, warga di empat desa di Kalimantan Timur masih hidup dalam keterisolasian akibat minimnya akses infrastruktur jalan.

Keempat desa tersebut yakni Tanjung Soke, Deraya, Gerunggung, dan Lemper yang berada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Ironisnya, lokasi desa-desa itu hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Akses yang tersedia saat ini masih berupa jalan tanah dengan kondisi berlubang dan berlumpur saat musim hujan, serta berdebu tebal ketika kemarau tiba. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menghambat mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.

Laporan mengenai keterisolasian empat desa tersebut baru diterima Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, dalam rapat rutin setiap Senin, dua pekan lalu. Dari empat desa itu, tiga masih berstatus desa tertinggal, sementara Desa Lemper baru naik menjadi desa berkembang pada tahun lalu. Meski demikian, dari sisi infrastruktur jalan, seluruhnya masih menghadapi persoalan yang sama.

1. Prioritas pembangunan infrastruktur jalan di Kaltim

Awalnya, Pemprov Kaltim memprioritaskan pembangunan jalur Sotek–Bongan sepanjang sekitar 103 kilometer untuk menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Barat, sekaligus memperpendek akses menuju IKN dan Balikpapan.

Namun, setelah mengetahui kondisi empat desa tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud memutuskan menggeser anggaran pembangunan dari jalur Bongan–Sotek ke Bongan–Gerunggung.

“Bongan–Sotek itu prioritas, tetapi karena Gerunggung, Deraya, Tanjung Soke, dan Lemper lebih membutuhkan, maka anggaran kita geser,” tegas Rudy dalam akun IG Kaltim, Senin (23/2/2026).

2. Anggaran besar disiapkan Pemprov Kaltim

ilustrasi mendapatkan uang THR
ilustrasi mendapatkan uang THR (pexels.com/www.kaboompics.com)

Pemprov Kaltim pun menyiapkan anggaran sebesar Rp101,1 miliar untuk membangun akses jalan Bongan–Gerunggung sepanjang 22 kilometer. Proyek ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk mengakhiri keterisolasian warga yang telah berlangsung puluhan tahun.

Meski demikian, terdapat tahapan administratif yang harus diselesaikan. Status jalan tersebut saat ini merupakan jalan kabupaten, sehingga perlu proses pengambilalihan menjadi jalan provinsi agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

Pemerintah provinsi menegaskan fokus utama kebijakan ini adalah percepatan pembangunan dan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan membaiknya kondisi jalan, diharapkan Indeks Desa Membangun (IDM) meningkat dan status desa tertinggal dapat berubah menjadi desa berkembang.

3. Pemberantasan daerah tertinggal di Kaltim

Pembukaan lahan untuk kelapa sawit di Kutai Barat.
Ilustrasi pembukaan lahan untuk kelapa sawit di Kutai Barat (Sumber: Padi Indonesia)

Jika target tersebut tercapai, maka tidak akan ada lagi desa berstatus tertinggal di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Rudy memastikan pembangunan jalur Bongan–Sotek tetap menjadi agenda lanjutan dan direncanakan kembali dianggarkan pada 2027.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Tuai Kritikan, Mobil Dinas Rp8,49 Miliar Dikembalikan ke Kas Kaltim

02 Mar 2026, 09:17 WIBNews