Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abon Ikan hingga Keripik Bawis Kaltim Bidik Pasar Afrika, Ini Peluangnya
ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)
  • PT Ganiya Bogatama dari Kutai Kartanegara menandatangani MoU dengan Aqua Conv S.A. Kamerun untuk membuka peluang pemasaran produk olahan ikan Kaltim di Afrika.

  • Produk yang berpotensi dipasarkan mencakup abon ikan, camilan ikan, makanan olahan dan beku, serta ikan asin vakum; UMKM Kaltim juga membangun komunikasi dengan calon pembeli internasional.

  • Sejumlah UMKM menjajaki LoI dan perbaikan produk, didukung pemerintah serta mitra perusahaan; Tn Fisher Bontang turut menandatangani MoU untuk keripik ikan bawis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Produk olahan ikan dari Kalimantan Timur (Kaltim) berpeluang menembus pasar Kamerun setelah PT Ganiya Bogatama asal Kutai Kartanegara menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Aqua Conv S.A. dari Kamerun.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni dan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Jumat (16/10/2026).

Forum yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kamerun itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Trade Expo Indonesia ke-41.

Sejumlah pejabat turut menyaksikan penandatanganan tersebut, di antaranya Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat, Direktur Kerja Sama dengan Negara Berkembang Kementerian Ekonomi, Perencanaan, dan Pembangunan Regional Kamerun Dr Nana Emmanuel Mbafong, serta Wakil Ketua Komite Tetap Afrika Kadin Indonesia Sylvie Tomasoa.

1. Peluang pengusaha Kaltim menjangkau pasar Afrika

Sri Wahyuni mengapresiasi kesepakatan bisnis tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi peluang bagi produk hilirisasi perikanan Kaltim untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri.

Produk PT Ganiya Bogatama yang berpotensi dipasarkan meliputi abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan berbahan ikan, makanan olahan dan beku (frozen food), hingga ikan asin dalam kemasan vakum.

Sri mengatakan, keikutsertaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltim dalam Trade Expo Indonesia menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jaringan bisnis dan menjajaki transaksi dengan mitra nasional maupun internasional.

"Kita bersyukur dan menyambut baik bahwa dalam gelaran Trade Expo ini sudah banyak UMKM Kaltim yang bisa bertransaksi dengan pihak luar. Di stan Kaltim yang diisi banyak pelaku UMKM, sudah banyak yang membangun komunikasi dengan calon pembeli," ujar Sri Wahyuni.

2. Pelaku UMKM telah menjajaki tindak lanjut kerja sama

ilustrasi abon ikan bandeng (commons.m.wikimedia.org/Midori)

Ia menjelaskan, sejumlah pelaku UMKM telah menjajaki tindak lanjut kerja sama melalui Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat. Sementara itu, beberapa pelaku usaha lainnya diminta menyempurnakan produk mereka dalam waktu tiga bulan ke depan.

Menurut Sri, komunikasi langsung dengan calon pembeli menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memahami kebutuhan pasar internasional sekaligus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing.

"Jadi, ini momen yang bagus sekali bagi pelaku UMKM Kaltim untuk dikenal pebisnis nasional dan internasional. Ini juga menjadi bahan evaluasi bagi kita mengenai apa yang dibutuhkan pasar internasional dan apa yang bisa kita fasilitasi dari pemerintah provinsi," katanya.

3. Pemprov Kaltim mendorong perkembangan UMKM

Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, meminta keselamatan warga menjadi prioritas dalam kasus hauling maut di Kabupaten Paser. (IDN Times/Erik Alfian)

Sri Wahyuni juga mengapresiasi dukungan berbagai lembaga dan perusahaan yang berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (PPKUKM) Kaltim dalam membantu pelaku UMKM dari kabupaten dan kota.

Sejumlah mitra tersebut berperan sebagai pendamping atau bapak angkat yang membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Mitra yang terlibat antara lain Bank Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Berau Coal, PT Kaltim Nitrat Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), dan PHM.

4. Pemprov Kaltim mendorong agar UMKM berkolaborasi

Bank Central Asia (BCA) menggelar workshop sertifikasi halal gratis produk kuliner usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Samarinda KalimantanTimur (Kaltim), Kamis (20/6/2024).

Sri berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat dalam kolaborasi tersebut sehingga produk UMKM Kaltim dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Inilah collaborative governance yang kita lakukan. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perusahaan yang menjadi bapak angkat dan bisa membawa UMKM Kaltim naik kelas," ujarnya.

Selain PT Ganiya Bogatama, UMKM asal Bontang, Tn Fisher, juga menandatangani MoU dengan Cameroon Aquaculture SARL dalam forum yang sama. Usaha tersebut mengandalkan keripik ikan bawis sebagai produk unggulannya.

Kegiatan itu turut dihadiri Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi Zelda Wulan Kartika, Kepala Dinas PPKUKM Kaltim Heni Purwa Ningsih, serta sejumlah pejabat lainnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article