Samarinda, IDN Times - Akhir September 2020, angka kematian di Samarinda genap menyentuh 100 kasus. Ibu Kota Kaltim ini pun menjadi daerah dengan kasus meninggal dunia tertinggi setelah Balikpapan. Rabu (30/9/2020) petang, Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim, mengumumkan tambahan 20 kasus pasien positif corona yang tutup usia. Delapan di antaranya dari Samarinda, sedangkan 12 lainnya asal Balikpapan.
“Dengan tambahan tersebut, kasus kematian di Kaltim bertambah jadi 332 atau 3,8 persen dari total kasus terkonfirmasi positif,” ujar Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim dalam keterangan pers yang diterima IDN Times pada Rabu petang.
