Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi berteman baik (pexels.com/Yan Krukau)
  • Menjaga sikap saat bertemu orang baru penting karena senyum, bahasa tubuh, dan cara berbicara cepat membentuk kesan awal serta peluang hubungan positif.
  • Memilih kata dan topik dengan hati-hati, menghindari candaan berlebihan atau isu sensitif, serta lebih banyak mendengarkan membantu mencegah kesalahpahaman.
  • Sikap sopan, tenang, dan menghargai pendapat mencerminkan kedewasaan serta profesionalisme, membangun kepercayaan, dan mengurangi penyesalan atas ucapan atau tindakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bertemu orang baru kerap menghadirkan perasaan campur aduk, mulai dari antusias, canggung, hingga gugup. Situasi ini bisa terasa lebih menantang bagi kamu yang introver, pemalu, atau kurang percaya diri.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni sikap saat pertemuan pertama. Cara kamu berbicara dan memperlakukan orang lain dapat menentukan kesan awal sekaligus membuka peluang terjalinnya hubungan yang positif.

Karena itu, penting untuk selalu mawas diri dan menjaga sikap ketika bertemu orang baru. Berikut lima alasan mengapa hal tersebut perlu dilakukan.

1. Kesan pertama penentu segalanya

ilustrasi dua orang berteman (pexels.com/Jorge Alvarez Lecaros)

Kesan pertama dapat terbentuk dalam waktu singkat. Bahkan, senyum, bahasa tubuh, hingga cara berbicara bisa memengaruhi penilaian seseorang terhadap dirimu.

Karena itu, tunjukkan sikap ramah dan terbuka tanpa terkesan berlebihan. Kamu cukup memberikan senyum tulus, menjaga kontak mata sewajarnya, dan berbicara dengan sopan.

Jangan sampai sikap terlalu dingin membuat orang lain enggan mendekat. Sebab, siapa tahu orang yang baru kamu temui bisa menjadi sahabat, rekan kerja, atau bahkan pasangan di masa depan.

2. Menghindari potensi kesalahpahaman

ilustrasi berteman baik (pexels.com/Marcus Aurelius)

Kamu tidak pernah tahu latar belakang dan pengalaman orang yang baru dikenal. Obrolan ringan pun bisa berubah menjadi canggung jika kamu tidak berhati-hati dalam memilih kata atau topik pembicaraan.

Hindari candaan yang berlebihan dan pembahasan sensitif, seperti politik atau agama, terutama ketika belum mengenal lawan bicara dengan baik.

Cobalah lebih banyak mendengarkan daripada mendominasi percakapan. Dengan begitu, kamu bisa memahami situasi dan mengetahui topik yang nyaman dibicarakan bersama.

3. Menunjukkan kedewasaan dan profesional

ilustrasi dua orang berteman (pexels.com/nappy)

Kemampuan menjaga sikap juga mencerminkan kedewasaan seseorang. Orang yang mampu mengendalikan ucapan dan perilakunya biasanya lebih mudah mendapatkan kepercayaan serta rasa hormat dari orang lain.

Hal ini semakin penting ketika kamu bertemu klien, atasan, atau rekan kerja baru. Sikap sopan, tenang, dan percaya diri dapat memberikan kesan profesional.

Bukan tidak mungkin, sikap tersebut membuka kesempatan untuk membangun kerja sama dan mendapatkan kepercayaan dalam berbagai urusan penting.

4. Memupuk rasa hormat dari orang lain

ilustrasi reputasi (unsplash.com/Sebastian Herrmann)

Menjaga sikap bukan berarti harus selalu kaku atau berpura-pura menjadi orang lain. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan bahwa kamu menghargai perasaan dan keberadaan orang lain.

Salah satu caranya adalah dengan menghormati pendapat lawan bicara, meskipun berbeda pandangan. Hindari memaksakan kehendak atau mengubah percakapan menjadi perdebatan yang tidak perlu.

Ketika orang lain merasa nyaman dan dihargai, hubungan yang positif pun lebih mudah terjalin.

5. Menghindari penyesalan di kemudian hari

ilustrasi badmood (unsplash.com/christopher lemercier)

Pernahkah kamu pulang setelah bertemu orang baru, lalu terus memikirkan ucapan atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan?

Penyesalan seperti itu bisa diminimalkan dengan membiasakan diri berpikir sebelum berbicara maupun bertindak. Sikap mawas diri membantu kamu mempertimbangkan dampak dari setiap perkataan dan perilaku.

Dengan begitu, kamu bisa menghindari kesalahpahaman, ucapan yang menyakiti perasaan orang lain, atau tindakan yang membuat suasana menjadi tidak nyaman.

Pada dasarnya, bertemu orang baru merupakan kesempatan untuk memperluas pertemanan, membangun jaringan profesional, hingga menjalin hubungan yang lebih dekat.

Namun, kesempatan tersebut perlu diimbangi dengan sikap yang baik. Karena itu, biasakan untuk selalu mawas diri, menghargai orang lain, dan menjaga ucapan maupun tindakan. Sebab, cara kamu memperlakukan orang lain turut memengaruhi bagaimana mereka memperlakukanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article