Insiden Pemukulan, Kapolres Kapuas Hulu Jalani Hukum Adat Dayak Punen

- Dugaan pemukulan oleh Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra terhadap IKI ADI di Terminal Kedamin diselesaikan melalui hukum adat Dayak Punan Uheng Kareho.
- Dalam prosesi adat, pihak pertama mengakui kesalahan, meminta maaf, dan bersedia menjalani sanksi; IKI ADI serta keluarga menerima perdamaian tanpa tuntutan lanjutan.
- Kasus ini sebelumnya viral lewat rekaman CCTV 58 detik. Polisi menyatakan situasi Kapuas Hulu kondusif, sementara keluarga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum pasti.
Kapuas Hulu, IDN Times -Persoalan dugaan pemukulan yang melibatkan Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, terhadap IKI ADI di Terminal Bus Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), akhirnya menemui titik penyelesaian. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan tersebut melalui mekanisme hukum adat Dayak Ketemenggungan Punan Uheng Kareho.
Kesepakatan damai itu ditetapkan melalui prosesi adat yang berlangsung di rumah Ketua Adat Dusun Nanga Enab, Desa Cempaka Baru, pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
1. Diselesaikan lewat hukum adat Dayak Punan Uheng Kareho

Akui kesalahan, Kapolres Kapuas Hulu jalani hukum adat. (IDN Times/istimewa). Proses perdamaian ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh kedua belah pihak di hadapan para pemangku adat dan saksi. Dalam kesepakatan tersebut, pihak pertama mengakui kesalahan, menyatakan bertanggung jawab, serta bersedia menjalankan sanksi adat sesuai ketentuan adat Dayak Punan Uheng Kareho.
Sementara itu, pihak kedua menyatakan menerima permohonan maaf dan bersedia memaafkan pihak pertama. Keduanya juga sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan serta tidak mengajukan tuntutan di kemudian hari terkait peristiwa tersebut.
2. Keluarga korban terima hasil keputusan

Kapolres Kapuas Hulu minta maaf ke korban. (IDN Times/istimewa). Sementara itu, Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, mengatakan keluarga IKI ADI telah menerima hasil keputusan penyelesaian melalui mekanisme adat. Dukungan juga datang dari organisasi masyarakat Satria Borneo Raya (SABER) dan TBBR Kapuas Hulu.
“Pihak keluarga sudah menerima hasil keputusan penyelesaian secara adat Ketemenggungan Punan Uheng Kareho. Ormas SABER dan TBBR Kapuas Hulu juga menerima serta mendukung hasil keputusan tersebut,” ungkapnya, Minggu (1/11/2026).
Berita acara perdamaian itu dibuat dan ditandatangani dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani, serta tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Sejumlah tokoh turut menyaksikan proses penyelesaian tersebut, di antaranya Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra, Kasat Intelkam M. Alexander, Kasi Propam AKP Dedy Mulyadi, Ketua Umum SABER Kalbar Agustinus, Ketua DPD SABER Kapuas Hulu Yohanes, Tumenggung Suku Dayak Punan Uheng Kareho Yohanes Sungkin, serta Kepala Adat Kompleks Desa Cempaka Baru Hermanus Bucher.
Keluarga IKI ADI, pemilik warung kopi Kristian Kalis, dan anggota SABER Kapuas Hulu juga hadir dalam kegiatan tersebut.
3. Minta masyarakat tak terprovokasi

Insiden pemukulan Kapolres Kapuas Hulu diselesaikan secara kekeluargaan. (IDN Times/istimewa). Setelah kesepakatan dicapai, situasi keamanan di Kabupaten Kapuas Hulu dilaporkan tetap kondusif. Pihak kepolisian menyebut belum ditemukan adanya kelompok maupun organisasi masyarakat yang berencana menggelar aksi atau menyampaikan tuntutan lanjutan berkaitan dengan persoalan tersebut.
Keluarga IKI ADI juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi maupun pernyataan yang belum tentu benar, khususnya melalui media sosial.
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang telah diselesaikan melalui kesepakatan adat tidak kembali memicu kesalahpahaman ataupun memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Polres Kapuas Hulu berharap perdamaian tersebut dapat diterima seluruh pihak dan menjadi momentum untuk menjaga hubungan baik serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
4. Berawal dari rekaman CCTV yang viral

Diduga Kapolres Kapuas Hulu melakukan kekerasan. (IDN Times/istimewa). Sebelumnya, dugaan pemukulan di Terminal Bus Kedamin menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) berdurasi 58 detik beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria diduga menjadi korban pemukulan. Sosok yang disebut-sebut melakukan tindakan tersebut diduga merupakan Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra.
Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono membenarkan adanya peristiwa tersebut berdasarkan informasi langsung dari Kapolres Kapuas Hulu.
“Informasi langsung dari Kapolres Kapuas Hulu, benar atas peristiwa tersebut. Namun, sudah diselesaikan dengan pihak korban dan keluarga korban,” ujar Bambang, Jumat malam (30/10/2026).
Sebelumnya, Bambang menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, saat itu ia belum memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan pemeriksaan internal terhadap Kapolres Kapuas Hulu oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).
Pada Jumat (30/10/2026), Kapolres Kapuas Hulu juga telah memfasilitasi pertemuan dengan IKI ADI dan keluarganya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan yang terjadi saat kegiatan kurve atau kerja bakti di Terminal Kedamin serta menyatakan kesediaannya mengikuti ketentuan hukum adat.



















