Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rp53,53 Miliar Digelontorkan, Jalan Anggana–Muara Badak Kini Lebih Nyaman

Kota Samarinda
3 min read
Rp53,53 Miliar Digelontorkan, Jalan Anggana–Muara Badak Kini Lebih Nyaman
Ilustrasi kerusakan Jalan Poros Samarinda-Bontang persisnya di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara masih alami kerusakan (IDN Times/Yuda Almerio)
  • Jalur pesisir Anggana–Muara Badak sepanjang sekitar 47 kilometer di Kukar diperbaiki sebagai akses strategis mobilitas serta distribusi barang dan jasa menuju Bontang, Kutai Timur, hingga Berau.

  • Pemkab Kukar menangani 23,17 kilometer jalan, sementara Pemprov Kaltim mengalokasikan total Rp53,53 miliar untuk sekitar 4,6 kilometer melalui bantuan keuangan dan APBD.

  • Gubernur Rudy Mas’ud meminta penambahan bahu jalan dan PJU karena selisih tinggi beton dengan sisi jalan melebihi 30 sentimeter dinilai berbahaya bagi pengendara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Jalur pesisir Anggana–Muara Badak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), kini semakin mulus setelah sebagian ruas jalan diperbaiki. Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim masih menyoroti kebutuhan penambahan bahu jalan dan lampu penerangan untuk meningkatkan keselamatan pengendara.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat meninjau ruas jalan di kawasan KM 12 Anggana–Muara Badak, Minggu (1/11/2026). Ia mengapresiasi kolaborasi Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar dalam memperbaiki jalur yang menjadi akses penting bagi masyarakat pesisir.

Ruas Anggana–Muara Badak memiliki panjang sekitar 47 kilometer. Jalur ini berstatus jalan kabupaten dan menjadi salah satu akses strategis yang menghubungkan wilayah Kukar, Bontang, Kutai Timur hingga Berau. Selain menunjang mobilitas masyarakat, jalan tersebut juga berperan dalam distribusi barang dan jasa.

  1. 1. Perbaikan di area jalan yang rusak

    Pemkab Kukar telah menangani perbaikan sepanjang 23,17 kilometer. Sementara itu, Pemprov Kaltim memberikan dukungan melalui bantuan keuangan sebesar Rp44,03 miliar untuk penanganan 3,7 kilometer dan anggaran APBD Rp9,51 miliar untuk penanganan 863 meter.

    Dengan demikian, total dukungan anggaran Pemprov Kaltim mencapai Rp53,53 miliar untuk penanganan sekitar 4,6 kilometer jalan.

    “Kolaborasi ini sangat baik. Intinya, bagaimana kita bisa membangun akses jalan mantap dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rudy dikutip dari akun IG Pemprov Kalim.

    Meski sebagian ruas telah diperkeras menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement, Rudy menilai masih ada bagian jalan yang perlu dibenahi. Salah satunya bahu jalan di sisi kiri dan kanan yang belum memadai.

  2. 2. Titik perbaikan yang memperoleh perhatian

    Bupati PPU Mudyat Noor bersama Gubernur Kaltim saat rapat dengan Kemendagri
    Bupati PPU Mudyat Noor bersama Gubernur Kaltim saat rapat dengan Kemendagri (IDN Times/istimewa)

    Menurutnya, perbedaan ketinggian permukaan beton dengan sisi jalan yang rata-rata lebih dari 30 sentimeter berpotensi membahayakan pengendara, terutama jika kendaraan keluar dari badan jalan.

    “Ini sangat berbahaya. Satu saja bannya jatuh bisa terguling,” ujarnya.

    Rudy meminta Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim, Irhamsyah, berkoordinasi dengan Dinas PU Kukar untuk membahas penambahan bahu jalan. Ia juga mendorong pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) agar jalur tersebut lebih aman dilalui pada malam hari.

    “Tolong ditandai lokasi-lokasi yang perlu penanganan. Koordinasikan dan segera duduk bersama untuk merapikan. Kalau mereka tidak bisa tangani, kita wajib bantu. Apakah dengan bantuan keuangan atau belanja yang diserahkan. Itu teknis saja,” tegasnya.

  3. 3. Pertumbuhan ekonomi di kawasan Kukar

    Jalan Poros Samarinda-Bontang persisnya di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara yang coba diperbaiki warga setempat (IDN Times/Yuda Almerio)
    Ilustrasi jalan Poros Samarinda-Bontang persisnya di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara yang coba diperbaiki warga setempat (IDN Times/Yuda Almerio)

    Rudy berharap perbaikan jalur pesisir Anggana–Muara Badak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Kaltim juga berkomitmen memperhatikan kondisi jalan di wilayah pedalaman dan perbatasan, terutama Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

    “Kami ingin seluruh jalan, baik provinsi, kabupaten, maupun nasional, dalam kondisi mantap. Kita rapikan semua agar rakyat Kaltim benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” pungkasnya.

Related Articles

See More