Pontianak, IDN Times - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbarh), Murlan Dameria Pane, menegaskan anggapan bahwa sisik maupun kuku trenggiling memiliki khasiat untuk kesehatan hanyalah mitos. Menurutnya, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bagian tubuh satwa dilindungi tersebut memiliki manfaat medis. Ia memperkirakan sebanyak 2.755 ekor trenggiling tewas untuk mendapatkan 551 kg sisik.
“Sepanjang pengetahuan saya selama sekitar 10 tahun ini, belum ada hasil penelitian yang benar-benar menunjukkan sisik atau bagian tubuh trenggiling bisa menyembuhkan penyakit atau memiliki manfaat medis. Itu sebenarnya hanya mitos,” kata Murlan saat hadir di konferensi pers kasus dugaan perdagangan ilegal satwa dilindungi, di Polresta Pontianak, Kamis (6/8/2026).
