Bukan Soal Kurs, Turis Ini Ngaku Jatuh Hati pada Kuliner Pontianak

Pontianak, IDN Times – Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menuai pujian dari wisatawan mancanegara. Kali ini, apresiasi datang dari seorang wisatawan asal Kuching, Sarawak, Malaysia, bernama Abang Sayyidi yang mengaku selalu memiliki alasan untuk kembali mengunjungi Kota Khatulistiwa.
Bersama empat rekannya, Abang Sayyidi menghabiskan liburan selama empat hari tiga malam di Pontianak. Selama berada di kota ini, ia menikmati berbagai kuliner, suasana perkotaan, hingga budaya masyarakat yang menurutnya memiliki kemiripan dengan kehidupan di Sarawak.
Menariknya, ia menegaskan bahwa ketertarikannya datang ke Pontianak bukan karena faktor nilai tukar mata uang atau kondisi ekonomi. Baginya, daya tarik utama Pontianak justru terletak pada pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
“Yang dicari wisatawan itu budaya, makanan, dan pengalaman. Naik turunnya kondisi ekonomi bukan masalah bagi orang yang memang ingin melancong,” katanya, Kamis (11/6/2026).
1. Rute penerbangan Kuching-Pontianak permudah berlibur

Menurut Sayyidi, kehadiran rute penerbangan langsung Kuching–Pontianak menjadi salah satu faktor yang membuat perjalanan semakin mudah.
Dengan waktu tempuh kurang dari satu jam, Pontianak kini menjadi pilihan destinasi singkat yang menarik bagi warga Sarawak.
“Dulu tidak ada penerbangan langsung. Sekarang hanya sekitar 45 menit sudah sampai Pontianak. Jadi lebih mudah mengajak teman-teman datang ke sini,” ujarnya.
2. Buru makanan enak dan kopi

Selama berkunjung, ia mengaku tidak menemukan pengalaman kuliner yang mengecewakan. Berbagai makanan khas hingga restoran populer yang ia datangi justru membuatnya semakin terkesan.
Mulai dari Tulang Rusukku, Pusaka Minang, Hore Crab, Kampung Kecil, hingga aneka bakwan, mi dan kuliner khas Pontianak lainnya telah ia cicipi.
“Tidak pernah ada yang tidak enak. Semua sesuai dengan yang saya cari ketika datang ke Pontianak,” ungkapnya.
Selain kuliner, budaya ngopi masyarakat Pontianak juga menjadi perhatian khusus. Ia menilai kota ini memiliki banyak pilihan kedai kopi dengan konsep yang beragam, mulai dari warung kopi tradisional hingga kafe modern yang estetik.
“Saya sangat menghargai kopi di Pontianak. Pilihannya banyak dan rasanya enak-enak,” katanya.
3. Sebut warga Pontianak ramah

Namun dari semua pengalaman yang dirasakan, satu hal yang paling membekas bagi Sayyidi adalah keramahan warga Pontianak.
Ia mengaku sempat terkejut karena baru sehari tiba, sudah banyak warga yang mengajaknya berkenalan hingga menghabiskan waktu bersama.
“Saya baru satu hari di Pontianak, sudah ada yang mengajak berteman. Besoknya diajak jalan-jalan, ngopi, bahkan makan bersama. Itu membuat saya sangat terkesan,” tuturnya.
Kesan mendalam tersebut bahkan membuatnya kembali mengunjungi Pontianak untuk kedua kalinya dalam bulan yang sama. Ia berharap semakin banyak warga Sarawak yang tertarik datang dan merasakan langsung kekayaan kuliner, budaya, serta keramahan masyarakat Pontianak.
4. Berikan dampak positif sektor pariwisata

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi, mengaku bersyukur melihat meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Kalbar dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, banyak kendaraan berpelat Malaysia, khususnya dari Kuching, terlihat memasuki wilayah Kalbar. Selain itu, wisatawan dari Sarawak dan Brunei juga tercatat semakin sering berkunjung.
“Beberapa minggu terakhir memang banyak terlihat kendaraan dari Kuching, Sarawak, Malaysia. Ada juga wisatawan dari Brunei. Ini tentu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sugeng.
Ia menilai meningkatnya kunjungan wisatawan asing akan berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, usaha kuliner, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM di Kalbar.
Menurut Sugeng, fenomena ini tidak hanya terjadi di Kalimantan Barat, tetapi juga di sejumlah daerah tujuan wisata lain di Indonesia. Namun Kalbar memiliki keuntungan tersendiri karena berbatasan langsung dengan Malaysia melalui jalur darat sehingga akses wisatawan menjadi lebih mudah.


















