Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mau Kerja di Dunia Digital? Begini Cara Memulainya Meski Bukan Anak IT

Kota Samarinda
Mau Kerja di Dunia Digital? Begini Cara Memulainya Meski Bukan Anak IT
ilustrasi perempuan sedang mencari lowongan pekerjaan di bidang IT (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Share Article

Perkembangan teknologi membuka semakin banyak peluang karier di dunia digital. Kabar baiknya, tidak semua profesi di bidang ini menuntut kemampuan coding atau latar belakang pendidikan teknologi informasi (IT).

Saat ini, banyak pekerjaan digital yang lebih mengutamakan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, berpikir strategis, hingga membangun relasi. Karena itu, siapa pun memiliki kesempatan untuk berkarier di industri digital asalkan mau terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Bagi Anda yang ingin memulai karier di dunia digital tanpa harus menjadi ahli IT, berikut lima langkah yang bisa dicoba.

1. Mulai dengan mempelajari digital marketing

Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/Christina Morillo)
Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/Christina Morillo)

Digital marketing menjadi salah satu bidang yang paling mudah dipelajari oleh pemula. Pekerjaan seperti social media marketing, content marketing, hingga email marketing lebih banyak mengandalkan kreativitas dan kemampuan menyusun strategi komunikasi.

Saat ini tersedia banyak kelas daring gratis maupun berbayar dengan harga terjangkau yang dapat membantu mempelajari dasar-dasar digital marketing dari nol.

2. Manfaatkan skill komunikasi dan storytelling

Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/Jules Amé)
Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/Jules Amé)

Kemampuan membuat konten menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di era digital. Profesi seperti content writer, social media specialist, maupun community manager membutuhkan kemampuan menyampaikan pesan dengan menarik dan mudah dipahami.

Anda bisa mulai melatih kemampuan tersebut dengan menulis di blog pribadi, membuat konten media sosial, atau berbagi informasi sesuai bidang yang diminati.

3. Dasar desain visual

Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/ThisIsEngineering)
Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/ThisIsEngineering)

Tidak harus menjadi desainer profesional, tetapi memahami prinsip dasar desain akan menjadi nilai tambah. Pengetahuan mengenai kombinasi warna, tata letak, tipografi, dan elemen visual dapat membantu menghasilkan konten yang lebih menarik.

Berbagai aplikasi desain yang mudah digunakan, seperti Canva, juga memudahkan siapa saja membuat materi visual tanpa kemampuan desain yang rumit.

4. Buat portfolio dan eksplorasi proyek

Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/hitesh choudhary)
Ilustrasi pekerjaan sebagai IT (pexels.com/hitesh choudhary)

Portofolio merupakan salah satu hal yang paling diperhatikan perusahaan saat merekrut talenta digital. Isinya tidak harus berasal dari proyek besar.

Anda dapat mengumpulkan hasil desain, artikel, kampanye media sosial, atau proyek pribadi sebagai bukti kemampuan dan pengalaman. Semakin banyak karya yang ditampilkan, semakin besar peluang menarik perhatian perekrut.

5. Bangun networking dengan komunitas digital

Ilustrasi Pekerjaan IT Audit dan IT Governance
Ilustrasi Pekerjaan IT Audit dan IT Governance (unsplash/ Radission US)

Membangun relasi menjadi langkah penting untuk mengembangkan karier di dunia digital. Bergabung dengan komunitas profesional di LinkedIn, Facebook, atau platform lainnya dapat membuka kesempatan untuk belajar, berdiskusi, hingga memperoleh informasi lowongan kerja maupun proyek baru.

Melalui jaringan yang luas, Anda juga dapat mengikuti perkembangan tren industri sekaligus memperluas peluang karier.

Memulai karier di dunia digital tidak harus diawali dengan kemampuan teknis yang rumit. Kemauan untuk belajar, terus mengasah keterampilan, dan membangun portofolio menjadi modal utama untuk bersaing di industri ini.

Dengan perkembangan ekonomi digital yang terus meningkat, peluang berkarier di sektor ini semakin terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan IT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More