Delegasi Sabah saat berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. (Dok. Humas OIKN)
Selanjutnya disampaikan juga terkait potensi – potensi investasi yang ada di wilayah IKN serta pihak dan negara mana saja yang telah melakukan investasi di Ibu Kota Nusantara. Dalam kunjungan ini Delegasi Sabah dan KJRI Kinabalu juga berkesempatan mengunjungi Plaza Seremoni untuk melihat langsung pembangunan perkantoran dan Kompleks Istana Negara.
“Saya merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk memahami bagaimana kita dapat mengeratkan kerja sama antara Sabah dan Indonesia khususnya Kalimantan, khususnya lagi Nusantara, ini sudah tentu akan membawa peluang dari segi perdagangan, investasi, dan juga dari segi pengembangan property tidak hanya bagi pengusaha dari Indonesia, tetapi juga bagi pengusaha dari Sabah akan mengambil peluang melihat pembangunan yang pesat ini, to seeing is believing,” ujar Menteri Pembangunan
Perindustrian dan Keusahawanan Negeri Sabah Malaysia, YB Datuk Phoong Jin Zhe.
Ia percaya bahwa dengan pemindahan Ibu Kota ke Nusantara, Pulau Kalimantan akan menjadi pusat pertumbuhan masa depan bagi seluruh Asia Tenggara.
Konsul Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Rafail Walangitan mengatakan bahwa kunjungan ke IKN ini tidak hanya untuk melihat pembangunan ibu kota, tetapi juga mencari kesempatan dalam bidang perdagangan, turisme, dan lain lain.
Turut hadir juga dalam kegiatan ini Direktur Air Asia Malaysia bidang Hubungan Pemerintah, Mr. Zamani Rafique dan Presiden Sabah Chinese Chamber of Commerce, Datuk Frankie Liew. Kunjungan ke Ibu Kota Nusantara merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan Delegasi Sabah di Provinsi Kalimantan Timur selama 3 hari dari tanggal 27 November 2024 sampai 29 November 2024.