Ilustrasi hewan ternak (IDN Times/Ervan Masbanjar)
Ia menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan pihaknya saat ini pada 32 titik penjualan hewan kurban di PPU. Stok hewan kurban berasal dari peternak lokal mandiri, kelompok peternak, kelompok pedagang dan pengepul. Jumlah stok sapi baru mencapai 426 ekor, sedangkan kambing tersedia 117 ekor.
Pihak Distan PPU, kata dia, kemungkinan akan menambah stok hewan kurban menjelang hari raya. Penambahan kekurangan stok tersebut dipenuhi dari luar daerah seperti dari pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang didatangkan ke PPU.
“Jika dilihat di tahun 2019 kemarin dari hasil pemantauan di 333 titik pemotongan dan 34 titik pemeriksaan, jumlah sapi dipotong sekitar 745 ekor lalu kambing 82 ekor, untuk tahun ini kami prediksi jumlahnya tidak jauh berbeda, meskipun kami juga khawatir ada penurunan akibat adanya pandemik COVID-19 ini,” sebutnya.
Terpisah, Jamal, seorang peternak asal Sulawesi yang membawa sapi ke PPU mengaku mendatangkan sapi sebanyak 30 ekor untuk dijual. Ia mengangkut hewan ternak menggunakan dua unit truk melalui kapal feri dari Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Sebelum berangkat menuju PPU, kata dia, semua ternaknya telah melalui karantina dan dilakukan pengecekan kesehatan.
“Untuk harga per ekor kisaran Rp15 hingga Rp20 juta tergantung besar dan kecil ternak yang dijual. Biasanya kalau tidak dijual sendiri langsung ke masyarakat, ternak kami juga dibeli oleh pedagang atau pengepul untuk dijual kembali,” pungkasnya.