Elnusa Petrofin Tambah 5 Mobil Tangki untuk Pasokan BBM Kalbar

- Elnusa Petrofin memperkuat distribusi BBM Kalimantan Barat setelah jadwal sandar kapal pemasok berubah, dengan koordinasi intensif agar pasokan ke SPBU tetap terjaga.
- Penyaluran memakai skema kitir secara bergiliran dan proporsional, serta skema RAE dengan Integrated Terminal Pontianak sebagai pusat distribusi bagi sejumlah wilayah.
- Perusahaan menambah lima mobil tangki melalui spot charter untuk mempercepat pengiriman, sambil mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
Pontianak, IDN Times - PT Elnusa Petrofin memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat (Kalbar) dengan mengerahkan armada tambahan dan mengoptimalkan sistem penyaluran di tengah dinamika logistik maritim yang memengaruhi jadwal kedatangan kapal pemasok BBM.
Sejumlah langkah strategis disiapkan perusahaan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, mulai dari penambahan lima unit mobil tangki, penerapan skema distribusi kitir, hingga pengaktifan skema Regular, Alternative, and Emergency (RAE).
Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan perubahan jadwal sandar kapal suplai menjadi tantangan yang harus direspons secara cepat agar distribusi BBM ke SPBU tidak terganggu.
“Kami menyadari adanya dinamika logistik maritim yang menyebabkan penyesuaian jadwal sandar kapal suplai. Karena itu kami melakukan koordinasi secara intensif untuk memastikan pasokan BBM tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan,” ujar Putiarsa, pada Selasa (28/7/2026).
1. Skema yang dilakukan dalam penyaluran BBM ke SPBU

Ia menjelaskan, seluruh Awak Mobil Tangki (AMT) bersama armada distribusi disiagakan dalam kondisi optimal.
Penyaluran BBM ke SPBU juga dilakukan menggunakan skema kitir, yakni pengaturan distribusi secara bergiliran dan proporsional agar stok dapat menjangkau seluruh SPBU secara merata.
Menurut Putiarsa, pola distribusi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghindari kekosongan pasokan di titik-titik layanan, sekaligus menjaga agar masyarakat tetap memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
2. Pontianak jadi pusat distribusi regional

Selain itu, Elnusa Petrofin mengaktifkan skema RAE yang menempatkan Integrated Terminal (IT) Pontianak sebagai pusat konsolidasi distribusi regional.
Dari terminal tersebut, pasokan BBM tidak hanya melayani wilayah Pontianak, tetapi juga mendukung kebutuhan Jobber Ketapang, Fuel Terminal Sintang, hingga wilayah eks-Jobber Sanggau.
Optimalisasi tersebut membuat aktivitas di IT Pontianak meningkat signifikan. Banyaknya mobil tangki yang keluar masuk terminal, kata Putiarsa, merupakan bagian dari upaya percepatan distribusi, bukan hambatan operasional.
“Tim operasional kami mengatur ritase, antrean, hingga arus kendaraan agar proses pengisian berlangsung efektif. Di saat yang sama, seluruh kegiatan tetap mengedepankan standar HSSE sebagai prioritas utama,” katanya.
3. Tambah 5 unit armada

Untuk mempercepat penyaluran ke SPBU, perusahaan juga menambah lima unit mobil tangki melalui skema spot charter. Armada tambahan itu diharapkan mampu mempercepat waktu pengiriman, mengurangi antrean di terminal, serta menjaga ritme distribusi BBM di seluruh Kalimantan Barat.
Elnusa Petrofin memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh rantai distribusi, mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran BBM kepada masyarakat.
Putiarsa pun mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Kami terus melakukan evaluasi dan berbagai upaya agar pasokan BBM di Kalimantan Barat tetap andal. Kami juga mengimbau masyarakat membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan karena distribusi terus kami optimalkan,” tukasnya.


















