Genjot Produksi, Kementan Kerahkan 70 Brigade Pangan di Kaltim

Samarinda, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan 70 Brigade Pangan di Kalimantan Timur sebagai strategi utama untuk mewujudkan swasembada pangan di wilayah tersebut.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Kalimantan Timur, Ahmad Hamdan, mengatakan target swasembada pangan bertumpu pada lima kabupaten penyangga utama, yakni Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Timur yang memiliki potensi lahan produktif cukup besar.
“Seluruh percepatan produksi pangan ini bermuara pada pembentukan Brigade Pangan yang dirancang sebagai pusat operasional pertanian modern di tingkat tapak,” ujar Hamdan diberitakan Antara di Samarinda, Rabu (7/1/2026).
1. Pendampingan petani dalam pengelolaan sawah

Menurut Hamdan, Brigade Pangan berperan mendampingi petani sejak pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi, hingga membantu pemasaran hasil panen agar lebih menguntungkan.
Setiap brigade diawaki oleh 15 petani milenial yang diseleksi khusus untuk mendorong regenerasi petani sekaligus menerapkan teknologi pertanian modern di desa masing-masing.
“Satu tim Brigade Pangan ditargetkan mampu mengelola lahan pertanian seluas 150 hingga 200 hektare dengan manajemen yang lebih terstruktur dan berorientasi pada peningkatan hasil,” jelasnya.
2. Sinergi pelaksanaan pangan di lapangan

Ia menambahkan, para petani muda tersebut berkolaborasi erat dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat guna memastikan sinergi dan kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Untuk mendukung operasional brigade, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian modern, mulai dari traktor roda empat, traktor tangan, hingga mesin panen kombinasi atau combine harvester.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas penggilingan padi modern guna meningkatkan kualitas beras sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
3. Optimasi lahan rawa di Kaltim

Hamdan menjelaskan, program optimalisasi lahan rawa yang telah dijalankan terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan, dari sebelumnya sekitar dua ton menjadi empat hingga lima ton per hektare.
“Peningkatan ini didukung oleh kegiatan cetak sawah baru, pembangunan saluran irigasi tersier, serta rehabilitasi jaringan irigasi yang sebelumnya rusak,” pungkasnya.

















