Langit berawan dan cuaca kurang mendukung di Kalbar. (IDN Times/Teri).
Dari aspek astronomi, sudut elongasi bulan juga masih sangat kecil, sehingga cahaya sabit awal tidak memungkinkan untuk terdeteksi. Dalam laporan tersebut, dinyatakan secara tegas bahwa hilal “tidak terlihat”.
Observasi ini menjadi bagian dari rangkaian rukyatul hilal serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadan.
Hasil dari daerah selanjutnya akan dibahas dalam sidang isbat pemerintah untuk menentukan secara resmi kapan umat Islam memulai ibadah puasa.
Di Kalimantan Barat, pemantauan hilal rutin dilakukan di kawasan pesisir yang memiliki cakrawala barat terbuka, seperti Pantai Indah Kakap, guna memperoleh sudut pandang pengamatan yang optimal. Namun pada tahun ini, faktor posisi geometris bulan terhadap matahari membuat hilal belum memenuhi syarat imkan rukyat.
“Saat ini kami berada di gedung POB, gedung pusat observasi bulan di Kubur Raya. Dan sejak dari tadi sore, tim sudah melaksanakan persiapan untuk melihat bulan, setelah sampai waktunya, tim menyatakan bahwa tidak berhasil untuk melihat hilal karena masih di bawah ufuk,” ungkapnya.