Palangka Raya, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terhenti sejak 1 Oktober 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Jarak pandang yang terus menurun menjadi alasan utama penghentian penerbangan demi keselamatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan jarak pandang berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hanya berkisar 500–800 meter pada pagi hari. Kondisi memburuk pada siang hari hingga sekitar 300 meter, bahkan kurang dari 100 meter pada sore hari.
“Berdasarkan data BMKG, jarak pandang pada pagi hari hanya sekitar 500 hingga 800 meter. Memasuki siang hari, jarak pandang terus menurun hingga 300 meter, bahkan pada sore hari bisa di bawah 100 meter,” kata Raihansyah dilaporkan Antara di Sampit, Selasa (13/10/2026).
