Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Pontianak ke Palangka Raya, Misi Kemanusiaan Relawan Atasi Karhutla

Kota Pontianak
3 min read
Dari Pontianak ke Palangka Raya, Misi Kemanusiaan Relawan Atasi Karhutla
Asrul, Relawan asal Kalbar bantu padamkan karhutla di Kalteng. (IDN Times/istimewa).
  • Asrul Putra Nanda bersama lima relawan Rumah Zakat Kalbar membantu pemadaman karhutla di Palangka Raya, membawa pengalaman penanganan lahan gambut dan nozzle tanam.
  • Selain memadamkan api, tim menyalurkan air, masker, vitamin, dan susu, serta memantau anak-anak terdampak yang menjalani pembelajaran daring.
  • Relawan tetap membagi personel untuk menangani kebutuhan di Kalbar dan Kalteng, dengan koordinasi bantuan sesuai kondisi lapangan terkini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Kepedulian terhadap sesama mendorong Asrul Putra Nanda, relawan asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), bersama lima relawan rescue Rumah Zakat Kalbar turun langsung membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Berbekal pengalaman menangani karhutla di Kalbar, Asrul dan tim datang untuk membantu upaya pemadaman sekaligus berbagi pengetahuan dengan tim gabungan di lapangan. Mereka juga membawa nozzle tanam, peralatan untuk menjangkau bara api di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut.

  1. 1. Bawa 5 relawan lain dan nozzle tanam

    IMG_9276.jpeg
    Karhutla di Ketapang, api di bawah tanah. (IDN Times/istimewa).

    Asrul mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas provinsi. Menurutnya, karhutla bukan hanya persoalan satu daerah, tetapi juga tantangan kemanusiaan dan lingkungan yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

    “Bagi kami, kemanusiaan tidak berhenti di batas provinsi. Ketika saudara kita di Kalimantan Tengah menghadapi kebakaran lahan, kami merasa perlu hadir dan membantu semampu kami. Kami tahu betul bagaimana sulitnya menghadapi kebakaran di tanah gambut karena kondisi serupa juga kami hadapi di Kalimantan Barat,” ujar Asrul kepada IDN Times, Selasa (13/10/2026).

    Ia menjelaskan, lima relawan yang ikut dalam misi tersebut telah memiliki pengalaman menangani pemadaman api. Mereka diharapkan dapat memperkuat upaya tim gabungan dalam mengatasi karhutla di Palangka Raya.

    Selain membantu pemadaman, para relawan berbagi pengalaman penggunaan nozzle tanam untuk menjangkau bara api yang masih menyala di bawah permukaan tanah.

    “Saya datang bukan karena merasa paling mampu, tetapi karena ada hal yang bisa kami pelajari, ada tenaga yang bisa kami kontribusikan, dan ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang di lapangan,” katanya.

  2. 2. Bantu warga terdampak karhutla

    IMG_9275.jpeg
    Relawan bantu padamkan api karhutla di Kalteng. (IDN Times/istimewa).

    Menurut Asrul, kebakaran di lokasi yang mereka datangi melanda lahan cukup luas. Karena itu, bantuan tidak hanya difokuskan pada pemadaman, tetapi juga diarahkan untuk mendukung masyarakat terdampak.

    Tim relawan turut mendistribusikan air, membagikan masker, serta memantau kondisi anak-anak yang harus mengikuti pembelajaran daring. Mereka juga menyalurkan vitamin dan susu kepada tim gabungan yang bertugas memadamkan api untuk membantu menjaga kondisi para petugas di lapangan.

    Meski terlibat dalam penanganan karhutla di Kalteng, Asrul menegaskan bahwa kondisi di Kalbar tetap menjadi perhatian. Ia menyebut situasi karhutla di Kalbar telah menurun dibandingkan masa puncak kebakaran, tetapi kewaspadaan dan dukungan di daerah tetap diperlukan.

  3. 3. Peran relawan dalam menjalakan tugas kemanusiaan

    IMG_9274.jpeg
    Relawan bantu padamkan api karhutla di Kalteng. (IDN Times/istimewa).

    Karena itu, relawan Rumah Zakat Kalbar tetap membagi personel untuk menjalankan tugas di wilayah masing-masing. Koordinasi terus dilakukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi terkini di lapangan.

    “Bagi saya, relawan itu bukan hanya tentang membantu di wilayah sendiri. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, selama kita mampu dan bisa berkoordinasi dengan baik, kita harus berusaha hadir. Sebab, api tidak mengenal batas wilayah, begitu juga semangat kemanusiaan,” tuturnya.

    Asrul berharap kolaborasi seluruh pihak dalam penanganan karhutla dapat segera membuahkan hasil. Dengan padamnya api, dampak kebakaran diharapkan berkurang, kualitas udara kembali membaik, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

    “Harapan saya sederhana, semoga api segera padam, udara kembali bersih, dan masyarakat di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah bisa kembali menjalani aktivitas dengan aman. Bagi kami, tugas kemanusiaan bukan tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada sesama,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More