Kemenkes Alokasi Rp12 Miliar untuk Pembangunan RSUD Sepaku

Penajam, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menggelontorkan anggaran Rp12 miliar untuk pembangunan rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Sepaku di Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenkes RI tahun 2023.
“Tahun 2023 ini RSUD Pratama Sepaku bakal mendapat bantuan anggaran dari DAK APBN di Kemenkes RI, sekitar Rp12 miliar untuk penambahan bangunan fisik rawat inap,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU dr Jansje Grace Makisurat, Selasa (31/1/2023).
1. Upaya pemerintah siapkan pelayanan kesehatan di IKN

Jansje mengatakan, Pemkab PPU sudah memulai proses perencanaan selama bulan Februari dan Maret masuk tahap lelang proyek ruang rawat inap rumah sakit.
“Kami targetkan Maret sudah masuk lelang proyek tersebut dan pembangunan rampung sesuai target,” sebutnya.
Ia menjelaskan, pembangunan fisik ruang rawat inap itu, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan pelayanan kesehatan RSUD bagi masyarakat di Kecamatan Sepaku serta pekerja di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Meskipun RSUD itu bukan bagian fasilitas yang dimiliki Badan Otorita IKN.
2. RSUD Sepaku saja yang siap di IKN

Sedangkan anggaran dari DAK sekitar Rp12 miliar belum termasuk biaya desain.
“Untuk nilai anggaran kegiatan proyek pembangunan full desain belum diketahui, karena mereka baru akan presentasi Kamis depan,” kata Jansje.
Ke depannya, RSUD Sepaku akan mampu menampung 100 uni tempat tidur ruang inap pasien. Sementara ini, perencanaan pembangunan sebanyak 50 ruang inap bagi pasien.
Jika sudah memiliki ruang rawat inap dengan daya tampung 100 unit tempat tidur, maka RSUD Pratama Sepaku telah masuk dalam syarat rumah sakit tipe C.
Saat ini hanya RSUD Pratama Sepaku saja yang siap pemanfaatannya di IKN. Mengingat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) seperti tenaga dokter, baik umum, spesialis, perawat, dan tenaga penunjang lainnya.
3. IKN harus segera dibangun rumah sakit baru
Lebih lanjut, Jansje berharap akan ada pembangunan rumah sakit baru lebih memadai di mana khusus peruntukan warga IKN Nusantara. Di lokasi ini setidaknya terdapat 16 ribu pegawai proyek pembangunan fisik kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).
"Tetapi kalau harus melayani pekerja di IKN dengan jumlah ratusan ribu jelas tidak cukup, sehingga harapannya di kawasan IKN dibangunkan lagi Rumah Sakit baru dan harus segera," tegasnya.
Selain RSUD Pratama Sepaku, tambahnya, Dinkes PPU juga sedang menguatkan kesiapan puskesmas di Sepaku agar bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi pekerjaan di IKN juga. Sepaku kini sudah ada empat puskesmas.



















