Jebakan Tiket Pesawat Murah, Korban Rugi Ratusan Juta dan Pelaku Ditahan

Kubu Raya, IDN Times - Iming-iming keuntungan besar dari bisnis jual beli tiket pesawat murah berujung petaka bagi sejumlah warga di Kalimantan Barat (Kalbar).
Seorang perempuan berinisial AS kini harus berhadapan dengan hukum setelah diduga menjadi otak penipuan berkedok investasi tiket pesawat online yang menyebabkan korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
AS ditangkap polisi di kawasan Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Saat ini, ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
1. Pelaku tawarkan tiket dengan harga jauh di bawah pasaran

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengatakan pelaku diduga menawarkan tiket pesawat dengan harga jauh di bawah pasaran dan menjanjikan keuntungan besar kepada para korbannya.
“Namun itu penipuan, korban-korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah,” kata Ade, Rabu (10/6/2026).
Ade membenarkan bahwa AS telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan,” ujarnya.
2. Modus yang dilakukan pelaku

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima sejumlah laporan dari korban yang mengaku kehilangan uang usai mengikuti skema bisnis yang ditawarkan pelaku.
Berdasarkan laporan yang diterima, AS menawarkan pembelian tiket pesawat murah yang kemudian dijanjikan dapat dijual kembali dalam waktu singkat dengan keuntungan menggiurkan.
“Para korban kemudian dijanjikan keuntungan dari penjualan kembali tiket tersebut dalam waktu singkat,” ungkap Ade.
Tergiur keuntungan besar, sejumlah korban akhirnya menyetorkan dana kepada pelaku. Namun setelah uang diberikan, keuntungan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi.
“Bahkan uang modal milik para korban diduga tidak dapat dikembalikan,” jelas Ade.
3. Kerugian korban capai ratusan juta

Informasi yang berkembang menyebutkan total kerugian korban telah mencapai ratusan juta rupiah. Angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses penyidikan dan kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Meski demikian, kepolisian belum mengungkap jumlah pasti korban maupun total kerugian yang telah terdata. Penyidik masih fokus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami masih mendata korban dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ucap Ade.
Selain itu, penyidik juga tengah menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik penipuan tersebut. Berbagai dokumen transaksi dan bukti komunikasi antara pelaku dan korban turut diperiksa untuk mengungkap keseluruhan rangkaian perkara.
Polisi menduga masih ada korban lain dalam kasus ini. Masyarakat yang merasa pernah mengikuti skema serupa atau memiliki informasi terkait diminta segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
“Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tukasnya.


















