Ribuan Bendera Merah Putih Lahir dari Rumah Jahit Sederhana di Pontianak

Pontianak, IDN Times - Dengung mesin jahit listrik terdengar nyaris tanpa henti dari sebuah rumah jahit sederhana di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Empat penjahit tampak tekun menyambung lembar demi lembar kain merah dan putih.
Bukan pakaian atau seragam yang mereka kerjakan, melainkan 1.000 bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Sarah, salah seorang penjahit di Ilham Collection, pesanan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selama bertahun-tahun bekerja sebagai penjahit, baru kali ini ia dipercaya mengerjakan bendera Merah Putih dalam jumlah besar.
"Kalau untuk bendera baru kali ini, yang seribu bendera ini. Sebelumnya belum pernah ada pesanan seperti ini," kata Sarah, Jumat (10/7/2026).
1. Ekspedisi Merah Putih di perbatasan Indonesia-Malaysia

Pesanan tersebut merupakan bagian dari Ekspedisi Merah Putih, sebuah gerakan yang diinisiasi Rumah Jurnalis Pontianak bersama MyPertamina. Sebanyak 1.000 bendera akan dipasang di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Pengibaran ribuan bendera itu akan dilakukan oleh 10 jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal sebagai simbol semangat nasionalisme di beranda terdepan Indonesia.
Di tengah kesibukan menerima pesanan permak pakaian dan menjahit berbagai jenis busana, Sarah bersama tiga rekannya harus membagi waktu agar target penyelesaian 1.000 bendera dapat tercapai tanpa mengabaikan pelanggan lainnya.
2. Proses pengerjaannya dibantu beberapa rekan

Meski jumlahnya besar, Sarah mengaku proses menjahit bendera tidak terlalu sulit. Menurutnya, pengerjaan bendera lebih sederhana dibanding membuat pakaian karena hanya membutuhkan jahitan lurus tanpa pola yang rumit.
"Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga nyaman karena hanya jahitan lurus. Biasanya kami lebih sering mengerjakan permak atau jahitan pakaian," ujarnya.
Seluruh proses dikerjakan secara bergotong royong oleh empat penjahit. Dengan cara itu, beban pekerjaan menjadi lebih ringan dan penyelesaian pesanan bisa berjalan lebih cepat.
Hingga kini, sekitar 400 bendera telah rampung dijahit. Sarah optimistis seluruh pesanan selesai dalam waktu sekitar tiga pekan sambil tetap menyelesaikan pesanan pelanggan lainnya.
"Sekarang sudah jadi kurang lebih 400 bendera. Kami tetap mengerjakan pesanan lain juga. Mudah-mudahan sekitar tiga minggu sudah selesai," katanya.
3. Kebanggaan bahwa Bendera Merah Putih berkibar di perbatasan

Bagi Sarah, pekerjaan ini bukan sekadar pesanan dalam jumlah besar atau tambahan penghasilan. Ada kebanggaan tersendiri saat membayangkan hasil jahitannya akan berkibar di kawasan perbatasan sebagai simbol persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air.
"Bangga sekali. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Biasanya hanya membuat baju merah putih untuk lomba. Alhamdulillah kami dipercaya mengerjakan bendera ini," tuturnya.
Dari rumah jahit sederhana di Pontianak, ribuan bendera Merah Putih kini dipersiapkan untuk menghiasi langit Desa Temajuk. Di balik setiap helai kain yang dijahit dengan teliti, tersimpan semangat para pelaku usaha kecil yang ikut mengambil bagian dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus meneguhkan nasionalisme di beranda terdepan Indonesia.




















