Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konektivitas RI–Malaysia Makin Kuat, Bus Putussibau–Kuching Masuki Final
Menteri Pengangkutan Sarawak kunjungi PLBN. (IDN Times/istimewa).
  • Pembukaan bus internasional Putussibau–Kuching memasuki tahap akhir administrasi dan teknis, setelah mendapat persetujuan Menteri Pengangkutan Sarawak.
  • DAMRI akan mengoperasikan rute dengan skema back to back bersama PO Bus Asia Biaramas Malaysia, usai peninjauan kesiapan di Border Lubok Antu dan PLBN Badau.
  • Kedua negara mempercepat pemenuhan izin, imigrasi, kepabeanan, keselamatan, dan operasional; rute ini ditargetkan memudahkan mobilitas serta mendorong ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi perbatasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Pembukaan layanan bus internasional rute Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, menuju Kuching, Sarawak, kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan kesiapan teknis.

Rencana pengoperasian Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) tersebut mendapat lampu hijau dari Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin.

Persetujuan itu menjadi langkah penting menuju beroperasinya layanan transportasi darat yang akan menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak.

Saat ini, Perum DAMRI bersama instansi terkait di Indonesia dan Malaysia tengah menuntaskan berbagai persyaratan sesuai regulasi kedua negara.

1. Atur skema back to back

Pos Lintas Batas Negara Badau Indonesia. (IDN Times/istimewa).

General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan layanan ALBN Putussibau–Kuching akan dioperasikan menggunakan skema back to back bersama operator asal Malaysia, PO Bus Asia Biaramas.

“Persetujuan ini merupakan langkah penting dalam percepatan pembukaan layanan transportasi lintas batas Indonesia–Malaysia,” ujar Ahmad Bukhari, Rabu (5/8/2026).

Persetujuan tersebut diperoleh setelah kunjungan kerja bersama ke Border Lubok Antu, Sarawak, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 3 Agustus 2026.

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung kesiapan infrastruktur, fasilitas lintas batas, alur pelayanan, hingga mekanisme operasional yang akan diterapkan saat layanan resmi beroperasi.

“Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan operasional pembukaan rute ALBN Putussibau–Kuching, mulai dari infrastruktur, alur pelayanan lintas batas hingga kesiapan operasional,” katanya.

2. Pejabat Sarawak dukung pembukaan rute baru

Menteri Pengangkutan Sarawak tinjau PLBN Badau. (IDN Times/istimewa).

Rombongan dipimpin langsung Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, didampingi sejumlah instansi Malaysia seperti Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), LPKP Sarawak, serta pemangku kepentingan lainnya.

Sementara dari Indonesia hadir perwakilan Konsulat Jenderal RI di Kuching, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perhubungan Kalbar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala PLBN Badau, Imigrasi, Bea Cukai, Perum DAMRI, dan sejumlah instansi terkait.

Berdasarkan hasil peninjauan, Pemerintah Sarawak menyatakan mendukung penuh pembukaan rute Putussibau–Kuching dan siap mempercepat proses yang diperlukan agar layanan dapat segera diimplementasikan sesuai ketentuan kedua negara.

Dalam arahannya, Datuk Sri Lee Kim Shin menilai DAMRI memiliki pengalaman panjang sebagai operator angkutan penumpang sehingga diyakini mampu menjadi mitra yang andal dalam penyelenggaraan layanan lintas batas Indonesia–Malaysia.

3. Bakal dorong mobilitas hingga perekonomian warga

Bus rute Putussibau-Kuching bakal beroperasi. (IDN Times/istimewa).

Menurutnya, kehadiran rute baru tersebut tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, hingga investasi antara Kalimantan Barat dan Sarawak.

Ahmad Bukhari menambahkan, seluruh pemangku kepentingan dari kedua negara telah berkomitmen mempercepat realisasi layanan dengan memastikan seluruh aspek perizinan, keimigrasian, kepabeanan, keselamatan, dan operasional dipenuhi sebelum bus mulai beroperasi.

“Dengan telah diperolehnya persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak dan Pemprov Kalbar, rute ALBN Putussibau–Kuching kini memasuki tahap akhir penyelesaian administrasi dan teknis,” ujarnya.

Ia optimistis layanan tersebut akan menjadi tonggak baru dalam memperkuat konektivitas Indonesia–Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.

“Perum DAMRI bersama seluruh instansi terkait berkomitmen menuntaskan seluruh persiapan agar layanan ALBN Putussibau–Kuching dapat segera beroperasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan optimal kepada masyarakat,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article