Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara Kaltim Berubah-ubah, DLH Terus Pantau Kondisi ISPU
Foto udara sungai Mahakam kawasan Sungai Kujang, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (13/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr
  • DLH Kalimantan Timur terus memantau kualitas udara secara berkala melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), yang menunjukkan perubahan kondisi di sejumlah wilayah.
  • Wilayah dengan udara tidak sehat meliputi Muara Jawa, Samboja, Wonotirto IKN, Kutai Barat, Tanjung Redeb, Tenggarong Seberang, dan Sebulu; Kantor Bupati Kukar tercatat berbahaya.
  • Pemantauan ISPU menyediakan informasi terkini bagi warga tentang tingkat pencemaran, sementara DLH mengajak masyarakat mengurangi aktivitas penghasil polutan dan mendukung pelestarian lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur terus memantau kualitas udara melalui pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara berkala.

1. Kondisi kualitas udara di Kaltim

Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Beberapa daerah mencatat perubahan nilai ISPU, sedangkan wilayah lainnya masih berada dalam kategori kualitas udara yang sama.

2. Kondisi kualitas udara di Kaltim tidak sehat

Kualitas udara sejumlah kota dan kabupaten di Kalimantan Timur. IG_ pemprov_kaltim

Sejumlah wilayah disebutkan kualitas udara dalam kondisi tidak sehat, yakni di Muara Jawa-Kutai Kartanegara (119), Samboja-Kutai Kartanegara (115), Wonotirto Ibukota Nusantara (138), Kutai Barat (129), Tanjung Redeb Berau (107), Tenggarong Seberang (103), dan Kecamatan Sebulu (107).

Kualitas udara Kantor Bupati Kutai Kartanegara di Tenggarong berada dalam kondisi berbahaya (338).

3. Informasi diberikan agar warga Kaltim hati-hati

Pengendara melintasi kawasan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur, Kamis (1/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr

Pemantauan ini dilakukan untuk menyediakan informasi terkini mengenai kondisi kualitas udara sekaligus membantu masyarakat mengetahui tingkat pencemaran di lingkungan sekitar.

DLH Kaltim juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kualitas udara dengan mengurangi aktivitas yang menghasilkan polutan serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article