Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Listrik Padam Bergilir, Pengusaha Laundry di Pontianak Terpaksa Cuci Manual
Karyawan laundry di Pontianak terdampak pemadaman bergilir. (IDN Times/istimewa).
  • Pemadaman listrik bergilir di Pontianak membuat bisnis laundry terganggu karena mesin cuci dan pengering tidak bisa digunakan, memaksa pekerja mencuci pakaian secara manual.
  • Karyawan laundry harus lembur hingga larut malam untuk mengejar pesanan pelanggan yang tertunda akibat padamnya listrik selama berjam-jam.
  • Pelaku usaha berharap PLN segera memperbaiki pasokan listrik agar operasional laundry kembali normal dan reputasi usaha tidak terdampak buruk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Pemadaman listrik bergilir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kota Pontianak mulai berdampak pada para pelaku usaha. Salah satu sektor yang paling merasakan dampaknya adalah bisnis laundry yang hampir seluruh proses operasionalnya bergantung pada pasokan listrik.

Demi memenuhi janji kepada pelanggan, sejumlah pemilik usaha bahkan terpaksa mencuci pakaian secara manual, sementara para karyawan harus bekerja hingga lewat tengah malam. Pemilik usaha laundry di Pontianak, Zikri (30), mengaku pemadaman listrik membuat seluruh proses operasional usahanya terganggu.

1. Karyawan harus mencuci manual

Pengusaha laundry di Pontianak terdampak pemadaman listrik. (IDN Times/istimewa).

Mesin cuci dan mesin pengering tidak dapat digunakan selama pemadaman listrik berlangsung. Akibatnya, seluruh proses pencucian yang biasanya mengandalkan mesin menjadi terhenti.

Kondisi tersebut memaksa para pekerja mengerjakan proses pencucian secara manual agar pesanan pelanggan tetap dapat diselesaikan. Cara ini dipilih untuk mengurangi keterlambatan meski membutuhkan tenaga dan waktu yang jauh lebih banyak.

“Terutama untuk laundry, misalnya ada layanan ekspres tiga jam atau enam jam yang harus selesai cepat. Saat listrik padam, kami harus cuci manual, jemur manual. Pokoknya sibuk, banyak pakaian menumpuk dan tidak sempat diselesaikan,” ungkap Zikri, Minggu (5/7/2026).

2. Karyawan terpaksa lembur

Pemilik Usaha Laundry di Pontianak, Zikri. (IDN Times/Istimewa).

Akibat pekerjaan yang tertunda selama listrik padam, para karyawannya terpaksa menambah jam kerja demi mengejar target penyelesaian pesanan pelanggan.

“Karyawan yang biasanya tidak lembur, sekarang sampai jam 11 malam bahkan jam 12 malam,” paparnya.

Zikri mengungkapkan, selama sekitar satu setengah tahun menjalankan usaha laundry, baru kali ini ia merasakan dampak pemadaman listrik yang begitu berat.

“Kalau yang paling parah ya kemarin. Di sini padam dari sekitar jam setengah satu siang sampai magrib, sekitar jam enam atau setengah tujuh malam,” sebutnya.

3. Pelaku usaha minta PLN segera berbenah

Karyawan laundry di Pontianak terpaksa cuci manual karena mati listrik. (IDN Times/istimewa).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat tumpukan pakaian semakin banyak, sementara pelanggan tetap menuntut pesanan selesai sesuai waktu yang dijanjikan.

“Kita takut banget kalau pemadaman ini terus berlanjut. Konsumen kan banyak yang minta selesai satu hari atau dua hari. Untuk sekarang kita siasatnya ya cuci manual karena pakaian menumpuk. Konsumen kan tidak mau tahu, mintanya selesai hari ini ya harus hari ini. Dampaknya nama toko kita yang jadi jelek,” ungkapnya.

Ia berharap gangguan kelistrikan segera diatasi agar aktivitas usaha dapat kembali normal. Menurutnya, bisnis laundry merupakan salah satu sektor yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

“Ke depannya tolong diperbaiki jangan sampai seperti ini lagi. Usaha laundry ini sangat membutuhkan listrik, jadi kami mohon sekali supaya segera diperbaiki,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article