Rumah Subsidi di PPU Seharga Rp182 Juta, Cicilan Rp1,1 Juta per Bulan

Penajam, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mempermudah pengembang perumahan membangun rumah subsidi guna memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten PPU Khairil Achmad mengatakan kemudahan tersebut diberikan melalui percepatan proses perizinan serta berbagai insentif bagi pengembang.
"Kebijakan ini bertujuan mempermudah pengembang menghadirkan rumah subsidi sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh hunian yang layak," kata Khairil Achmad dilaporkan Antara di Penajam, Jumat (3/7/2026).
1. Penerapan kebijakan daerah

Ia menjelaskan, pemerintah daerah menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain percepatan perizinan, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, serta layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Persetujuan Bangunan Hunian (PBH) tanpa biaya atau nol rupiah.
Hingga saat ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU telah menyetujui 18 izin pembangunan perumahan yang tersebar di Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu.
2. Ribuan rumah subsidi dibangun PPU

Khairil menyebutkan, sekitar 3.000 unit rumah subsidi telah dibangun di Kabupaten PPU. Meski demikian, masih terdapat sekitar 8.000 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki rumah sendiri.
Jumlah tersebut memang menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar 9.000 KK. Namun, angka itu masih menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah bagi masyarakat.
"Data tersebut mengacu pada jumlah keluarga yang belum memiliki rumah sendiri dan masih tinggal dengan cara menyewa atau menumpang," ujarnya.
3. Harga unit rumah subsidi di PPU berkisar Rp182 juta

Saat ini, harga rumah subsidi di Kabupaten PPU berkisar Rp182 juta per unit. Dengan tenor kredit hingga 15 tahun, masyarakat dapat mencicil sekitar Rp1,1 juta per bulan



















