Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sering Dianggap Kurang Peka? Coba Terapkan 6 Cara Meningkatkan Empati Ini

Sering Dianggap Kurang Peka? Coba Terapkan 6 Cara Meningkatkan Empati Ini
ilustrasi persahabatan (unsplash.com/Annie Spratt)
Share Article

Empati merupakan kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Sikap ini memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang sehat, baik dengan keluarga, sahabat, pasangan, maupun rekan kerja.

Sayangnya, tidak semua orang mudah menunjukkan empati. Sebagian masih bingung bagaimana bersikap peduli tanpa terkesan berlebihan atau menggurui. Padahal, empati dapat dilatih melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut enam cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan rasa empati terhadap orang lain.

1. Dengarkan dengan penuh perhatian tanpa gangguan

ilustrasi persahabatan
ilustrasi persahabatan (pexels.com/Matheus Ferrero)

Salah satu bentuk empati yang paling sederhana adalah menjadi pendengar yang baik. Saat seseorang bercerita, usahakan memberikan perhatian sepenuhnya dengan meletakkan ponsel, menghentikan aktivitas lain, dan fokus pada percakapan.

Mendengarkan dengan sungguh-sungguh membuat lawan bicara merasa dihargai dan dipahami. Terkadang, seseorang tidak membutuhkan solusi, melainkan hanya ingin didengarkan tanpa gangguan.

2. Tanyakan perasaan mereka, bukan hanya masalahnya

ilustrasi persahabatan
ilustrasi persahabatan (pexels.com/Toa Heftiba Şinca)

Daripada hanya bertanya tentang apa yang terjadi, cobalah menanyakan bagaimana perasaan mereka terhadap situasi yang sedang dihadapi.

Pertanyaan seperti, "Bagaimana perasaanmu menghadapi hal ini?" dapat mendorong mereka untuk lebih terbuka. Cara ini juga menunjukkan bahwa kamu tidak hanya peduli pada masalahnya, tetapi juga memahami kondisi emosional yang mereka rasakan.

3. Berikan dukungan tanpa memberi solusi cepat

dua orang sedang mengobrol
Ilustrasi persahabatan dua orang (pexels.com/www.kaboompics.com)

Banyak orang langsung menawarkan saran ketika mendengar orang lain bercerita. Padahal, tidak semua orang yang curhat sedang mencari jalan keluar.

Terkadang, kalimat sederhana seperti, "Aku bisa memahami kalau ini pasti berat untukmu," atau "Aku ada kalau kamu ingin bercerita," justru memberikan dukungan emosional yang lebih berarti dibandingkan sederet nasihat.

4. Tunjukkan pemahaman lewat bahasa tubuh yang lembut

ilustrasi persahabatan
ilustrasi persahabatan (pexels.com/Helena Lopes)

Empati tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga lewat bahasa tubuh. Menatap mata lawan bicara, menganggukkan kepala, tersenyum dengan tulus, serta menjaga posisi tubuh yang terbuka dapat membuat mereka merasa lebih nyaman.

Isyarat nonverbal tersebut menunjukkan bahwa kamu benar-benar hadir dan memberikan perhatian penuh selama percakapan berlangsung.

5. Hindari penilaian atau asumsi yang bisa membuat mereka merasa gak dihargai

ilustrasi persahabatan yang suportif
ilustrasi persahabatan yang suportif (unsplash.com/Helena Lopes)

Saat seseorang mengungkapkan perasaannya, hindari memberikan komentar yang meremehkan, seperti "Itu hal biasa," atau "Aku pernah mengalami yang lebih berat."

Ucapan seperti itu bisa membuat mereka merasa tidak dipahami. Sebaliknya, cobalah menerima cerita mereka tanpa menghakimi dan berikan validasi terhadap perasaan yang sedang dialami. Sikap ini akan membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman untuk terbuka.

6. Berbagi pengalaman pribadi jika relevan, tapi jangan menjadikannya pusat pembicaraan

ilustrasi persahabatan
ilustrasi persahabatan (pexels.com/Khoa Võ)

Menceritakan pengalaman pribadi dapat membantu lawan bicara merasa tidak sendirian, terutama jika kamu pernah menghadapi situasi yang serupa.

Namun, pastikan cerita tersebut hanya menjadi bentuk dukungan, bukan mengambil alih pembicaraan. Tetap arahkan fokus pada pengalaman dan perasaan mereka agar tujuan utama, yaitu memberikan dukungan emosional, tetap tercapai.

Empati bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki oleh sebagian orang. Sikap ini dapat terus dikembangkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mendengarkan dengan sungguh-sungguh, menghargai perasaan orang lain, dan menghindari sikap menghakimi.

Semakin sering melatih empati, semakin mudah pula membangun hubungan yang sehat, hangat, dan saling menghargai. Pada akhirnya, empati tidak hanya membuat orang lain merasa didengar, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang lebih positif dan penuh kepedulian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

7 Kafe Hits di Samarinda yang Wajib Kamu Kunjungi!

10 Des 2024, 06:00 WIBFood
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More