Mahulu Terancam Krisis Pangan dan LPG, Pemprov Kaltim Turun Tangan

- Pemprov Kaltim mengirim cadangan pangan serta LPG 3 dan 12 kilogram ke Mahakam Ulu pada 17 Agustus 2026 untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.
- Kemarau menurunkan debit sungai, termasuk Sungai Mahakam yang menjadi jalur distribusi utama, sehingga mengancam pasokan kebutuhan dasar masyarakat pedalaman Mahulu.
- Bantuan ditargetkan tiba di Long Pahangai dan Long Apari; Pemprov Kaltim berkolaborasi dengan pemangku kepentingan serta mendorong akses distribusi darat alternatif.
Mahulu, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat mengantisipasi kerawanan pangan dan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akibat kemarau panjang.
Bantuan berupa cadangan pangan pemerintah dan LPG 3 kilogram serta 12 kilogram secara resmi diberangkatkan dari Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (17/8/2026).
Pelepasan bantuan dilakukan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel.
1. Memastikan kehadiran negara bagi warganya
Rudy mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat Mahulu tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau panjang.
Menurutnya, kemarau menyebabkan debit sejumlah sungai menurun drastis, termasuk Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi salah satu jalur utama distribusi menuju wilayah pedalaman Mahulu.
“Hari ini kita melepas angkutan cadangan pangan pemerintah dan operasi pasar untuk masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu, baik beras, gula, minyak goreng, maupun energi LPG, baik tabung gas 3 kilogram maupun 12 kilogram,” kata Rudy dalam akun IG Pemprov Kaltim.
2. Kolaborasi Pemprov Kaltim dan pemangku kepentingan

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri (IDN Times/istimewa) Ia menegaskan distribusi bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kaltim bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi sekaligus menangani dampak kemarau yang dirasakan masyarakat Mahulu.
Rudy berharap bantuan pangan dan LPG tersebut dapat segera tiba di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, dua wilayah yang turut terdampak kondisi kemarau dan kendala distribusi.
“Kami punya komitmen yang tinggi. Bagaimana kita tidak mengandalkan jalur sungai saja, tetapi bagaimana jalur darat bisa tembus untuk sampai ke pelosok Kecamatan Long Pahangai,” ujarnya.
3. Mendorong alternatif jalur distribusi agar bantuan

Potret anggota Polres Mahulu saat melewati riam Sungai Mahakam. (Dok.Polres Mahulu) Pemprov Kaltim, lanjut Rudy, akan terus mendorong alternatif jalur distribusi agar bantuan kebutuhan pokok dapat menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan dan energi masyarakat Mahulu selama kondisi kemarau panjang berlangsung.


















