Mengharukan! Aila Berhaji di Usia 13 Tahun, Gantikan Almarhumah Ibu

Pontianak, IDN Times - Dari ribuan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), sosok Aila Afifa mencuri perhatian. Di usianya yang baru 13 tahun, ia menjadi jemaah haji termuda, tidak hanya di Pontianak, tetapi juga salah satu yang termuda di Indonesia pada musim haji 2026.
Aila mengikuti bimbingan manasik haji bersama 1.508 CJH lainnya di Aula Masjid Raya Mujahidin. Dengan wajah tenang dan penuh semangat, siswi kelas 6 SD LKIA Pontianak itu tampak siap menunaikan rukun Islam kelima untuk pertama kalinya.
1. Gantikan mendiang ibunya

Keberangkatan Aila ke Tanah Suci bukan tanpa alasan. Ia berangkat menggantikan almarhumah ibunya, Rusmiati. Dalam perjalanan ibadah tersebut, Aila akan didampingi oleh sang ayah, Ismail Umar, serta bibinya.
“Saya senang bisa mendoakan ibu di sana,” ujar Aila, Rabu (15/4/2026).
Aila tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 16 bersama jemaah lainnya. Meski masih sangat muda, ia telah mengikuti seluruh rangkaian bimbingan manasik sebagai bekal menjalankan ibadah haji.
2. Kemenag Pontianak berikan perhatian khusus pada jemaah usia muda

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Muslimin, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus kepada jemaah berusia sangat muda seperti Aila.
“Untuk usia 13 tahun memang ada pelayanan khusus dari pusat. Sebelumnya sudah dilakukan survei, dan penanganannya kami lakukan termasuk dalam pembinaan manasik. Yang bersangkutan juga sudah mengikuti manasik,” jelasnya.
3. Wako Pontianak ingatkan kesehatan dengan cuaca yang panas

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut jumlah CJH tahun ini menjadi yang terbanyak di Kalimantan Barat, yakni mencapai 1.508 orang.
“Jemaah tertua berusia 83 tahun dan yang termuda 13 tahun. Ini menjadi salah satu yang termuda di Indonesia,” ujarnya.
Edi juga berpesan kepada seluruh jemaah, termasuk Aila, untuk menjaga kesehatan dan kesiapan mental selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Yang paling penting adalah kesehatan dan kesabaran, karena jutaan jemaah dari seluruh dunia akan berkumpul dengan kondisi cuaca yang panas,” pesannya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga petugas pendamping, guna memastikan kelancaran ibadah seluruh jemaah.


















