Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Musim Kering Ekstrem, Samarinda Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kaltim, Kamis (10/8/2023). (ANTARA/HO-BPBD PPU)
  • Pemkot Samarinda memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan pemangku kepentingan untuk mendeteksi serta menangani potensi karhutla sejak dini menghadapi risiko kekeringan ekstrem akibat El Nino.
  • Polda Kaltim, TNI, pemerintah daerah, dan pihak terkait menekankan respons cepat serta sinergi lintas sektor sebagai modal utama menghadapi ancaman karhutla di lapangan.
  • Gubernur Kaltim meminta kepala daerah meningkatkan kewaspadaan karena karhutla dapat merusak ekosistem, memicu kabut asap, mengganggu kesehatan dan ekonomi; Samarinda menyiapkan respons terhadap hotspot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun kolaborasi erat bersama aparat keamanan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang berisiko memicu kekeringan ekstrem dan meningkatkan ancaman karhutla.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi faktor utama dalam menekan risiko bencana. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Upaya Pencegahan Karhutla dan Antisipasi Fenomena El Nino yang digelar Polda Kalimantan Timur secara daring, Selasa.

"Kesiapsiagaan seluruh elemen merupakan kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana," ujar Saefuddin diberitakan Antara, Selasa (4/8/2026).

Menurut dia, Pemkot Samarinda terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi karhutla dapat dideteksi dan ditangani sejak dini sebelum meluas menjadi bencana.

1. Deteksi ancaman karhutla di Kaltim

Kapolda Kaltim, Irjen Endar Priantoro. (IDN Times/Erik Alfian)

Komitmen serupa juga ditegaskan Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro. Ia menilai ancaman karhutla harus direspons secara cepat, serius, dan melibatkan seluruh pihak.

"Penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak tanpa terkecuali," tegas Endar.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman yang diwakili Kasdam Brigjen TNI Andy Setyawan mengapresiasi inisiatif Polda Kaltim menggelar rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, soliditas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menghadapi ancaman karhutla di lapangan.

2. Ancaman El Nino di Kaltim

Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino terjadi di Indonesia, Senin (18/9/2023). Cover Grafis IDN Times

Di sisi lain, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengingatkan seluruh kepala daerah di wilayahnya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi El Nino. Ia menegaskan, karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu kabut asap yang berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.

"Upaya mencegah jauh lebih baik dan efisien daripada memadamkan setelah api membesar," kata Rudy.

3. Siaga menghadapi ancaman El Nino di Samarinda

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Selasa (7/4/2026). Foto istimewa

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkot Samarinda memastikan kesiapsiagaan operasional terus ditingkatkan. Saefuddin menegaskan pemerintah daerah akan bergerak cepat dan terukur apabila mendeteksi munculnya titik panas (hotspot).

Menurutnya, langkah mitigasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Samarinda untuk menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan kualitas udara tetap sehat, serta melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman karhutla.

Curated For You

Editorial Team

Related Article