Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pekerjaan Bahaya Mulai Digantikan Robot, Teknologi Ini Ada di IEE 2026
Pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 10-12 Juni 2026, menghadirkan beragam teknologi mutakhir, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Balikpapan, IDN Times - Pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 10-12 Juni 2026, menghadirkan beragam teknologi mutakhir untuk sektor energi, pertambangan, konstruksi, dan minyak serta gas bumi (migas).

Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran teknologi robot, drone, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu pekerjaan berisiko tinggi di lingkungan industri.

Managing Director Halo Robotics Indonesia, Johanes Soekidi, mengatakan pihaknya memperkenalkan berbagai solusi robotika yang memadukan teknologi AI guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.

"Kami memperkenalkan teknologi robot anjing, robot humanoid, dan drone yang dalam operasionalnya didukung teknologi AI," ujar Johanes di Balikpapan, Rabu (10/6/2026).

1. Pemanfaatan teknologi robot saat ini

Managing Director Halo Robotics Indonesia, Johanes Soekidi, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Menurut dia, robot-robot produksi Tiongkok tersebut sangat cocok digunakan pada pekerjaan dengan tingkat risiko keselamatan tinggi. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk inspeksi area tambang, patroli keamanan, operasi di lokasi berbahaya bagi manusia, hingga pengumpulan data melalui kamera dan sensor berbasis AI.

Selain itu, salah satu jenis robot yang dipamerkan juga dapat berfungsi sebagai solusi logistik otonom untuk mengangkut dan mengirim barang di kawasan industri. Sistem tersebut terintegrasi dengan teknologi drone sehingga mampu bekerja secara otomatis tanpa banyak intervensi manusia.

"Kebutuhan robot untuk sektor industri semakin mendapat perhatian karena mampu membantu meminimalkan risiko keselamatan pekerja," kata Johanes.

2. Robot-robot dipamerkan

Pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 10-12 Juni 2026, menghadirkan beragam teknologi mutakhir, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Sebagai distributor resmi Unitree Robotics di Indonesia, Halo Robotics memperkenalkan lima kategori produk unggulannya, yakni robot humanoid, robot quadruped atau robot anjing, robot keamanan dan patroli, robot industri berbasis AI, serta robot dan sistem logistik otonom.

Khusus robot humanoid, saat ini pemanfaatannya masih banyak diarahkan untuk sektor hospitality dan layanan perkantoran. Harga yang ditawarkan produk robot-robot ini bervariasi, mulai sekitar Rp400 juta hingga mencapai Rp1 miliar, tergantung spesifikasi dan fitur yang digunakan.

"Kami tidak hanya melayani penjualan, tetapi juga memberikan pelatihan penggunaan robot dan drone kepada para pelanggan," ungkapnya.

Johanes optimistis prospek bisnis robotika di Indonesia akan terus berkembang, terutama di sektor pertambangan dan migas yang membutuhkan teknologi pendukung keselamatan kerja. Saat ini, pasar robot industri di Indonesia memang masih dalam tahap pertumbuhan, namun menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

3. Prospek teknologi robot di Kaltim

Pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 10-12 Juni 2026, menghadirkan beragam teknologi mutakhir, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Halo Robotics mengklaim telah melayani lebih dari 900 perusahaan dan instansi pemerintah di Indonesia melalui berbagai solusi drone dan robotika industri.

Dalam sektor pertambangan, robot dinilai efektif untuk menjalankan berbagai pekerjaan berisiko tinggi, seperti inspeksi conveyor dan crusher, patroli area tambang, pemantauan gas berbahaya, pemeriksaan terowongan dan area rawan longsor, hingga pengumpulan data LiDAR dan video secara otomatis.

Pemanfaatan teknologi robotika tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan kerja sekaligus mendorong efisiensi operasional di berbagai sektor industri strategis nasional.

Editorial Team

Related Article