Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelaku Wisata Tirta Dibekali Ilmu Penyelamatan Darurat di Sungai
Disporapar Kalbar gelar simulasi penyelamatan. (IDN Times/istimewa).
  • Disporapar Kalbar menggelar pelatihan keselamatan wisata tirta bagi pelaku usaha, Pokdarwis, dan komunitas wisata Pontianak serta Kubu Raya dengan dukungan Basarnas, BMKG, dan PMI.
  • Peserta menerima materi dan simulasi penyelamatan di Sungai Kapuas, mencakup pertolongan pertama, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta prosedur darurat terstandar.
  • Komunitas Penambang Speed Parit Seduit dan Pokdarwis Jeruju Besar menilai pelatihan penting untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, serta kepercayaan wisatawan di destinasi perairan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Keselamatan wisatawan kini menjadi perhatian serius Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Untuk memperkuat standar keamanan di destinasi wisata berbasis perairan, Disporapar menggelar Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Tirta yang melibatkan pelaku usaha wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga komunitas wisata dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan wisata, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan menghadapi kondisi darurat melalui materi di kelas dan simulasi penyelamatan di lapangan.

1. Keselamatan wisatawan jadi prioritas

Pelaku wisata dibekali ilmu penyelamatan darurat. (IDN Times/istimewa).

Dalam kegiatan tersebut, Disporapar menggandeng Basarnas, BMKG, dan PMI sebagai narasumber. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disporapar Kalbar, Rita Hastarita, mengatakan aspek keselamatan menjadi fondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing.

“Keselamatan wisatawan merupakan prioritas dalam pengelolaan destinasi. Karena itu kami memberikan pembekalan kepada pelaku usaha wisata, Pokdarwis, dan komunitas wisata agar memiliki pengetahuan serta keterampilan menghadapi situasi darurat,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

2. Praktik langsung di Sungai Kapuas

Prioritaskan keselamatan wisatawan, Disporapar gelar pelatihan. (IDN Times/istimewa).

Menurut Rita, ada tiga komponen utama yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan wisata yang aman, yakni tersedianya sarana keselamatan, sumber daya manusia yang kompeten, dan prosedur penanganan keadaan darurat yang terstandar.

Ia menjelaskan, setiap pengelola destinasi perlu menyediakan fasilitas pendukung keselamatan, mulai dari alat pelindung diri (APD), helm, alat pemadam api ringan (APAR), hingga perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Di sisi lain, para pemandu dan pelaku wisata juga harus memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan profesional tiba.

“Melalui pelatihan ini kami ingin menciptakan SDM yang kompeten sehingga pelaku usaha mampu memberikan rasa aman kepada wisatawan. Khusus wisata tirta, tingkat risikonya cukup tinggi sehingga pemandu harus memiliki kemampuan penyelamatan dan penanganan keadaan darurat,” jelasnya.

Usai menerima materi teori, peserta langsung mengikuti simulasi praktik penyelamatan. Dalam evaluasi yang dilakukan instruktur, peserta dinilai mampu menerapkan teknik pertolongan pertama sesuai prosedur.

Rita menambahkan, pelatihan serupa akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata di Kalimantan Barat. Selain keselamatan, materi ke depan juga akan mencakup tata kelola destinasi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan.

“Kami ingin seluruh pegiat wisata memiliki kompetensi yang baik, baik dalam aspek keselamatan maupun pengelolaan destinasi. Dengan begitu, kualitas pariwisata Kalbar akan semakin meningkat,” katanya.

3. Salah satu peserta dari penambang speed

Simulasi penyelamatan darurat di Sungai Kapuas. (IDN Times/istimewa).

Salah satu peserta pelatihan berasal dari Komunitas Penambang Speed Parit Seduit yang setiap hari melayani wisatawan menyusuri sungai. Menurut Rita, komunitas tersebut memiliki peran penting karena berada di garis depan dalam memberikan layanan kepada wisatawan.

“Kami ingin membangun masyarakat yang memiliki kemampuan dasar penyelamatan. Karena itu teman-teman penambang speed kami bekali keterampilan memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan di kawasan wisata tirta,” ujarnya.

Perwakilan Komunitas Penambang Speed Parit Seduit, Sandi Fikriansyah, menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi para pengemudi speed yang setiap hari bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpang.

“Ilmu yang kami dapatkan sangat berguna. Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan yang kami layani,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Pokdarwis Desa Jeruju Besar, Jabir. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan faktor penting yang menentukan kepercayaan pengunjung terhadap sebuah destinasi.

“Kami berterima kasih kepada Disporapar Kalbar atas pelatihan ini. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin merasa aman dan nyaman selama berada di destinasi wisata,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, Disporapar Kalbar berharap budaya keselamatan semakin menjadi bagian dari pengelolaan seluruh destinasi wisata, khususnya wisata tirta. Dengan meningkatnya kompetensi pelaku wisata, kualitas pelayanan diharapkan semakin baik sehingga mampu memperkuat daya tarik dan daya saing pariwisata Kalimantan Barat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article