Prioritaskan keselamatan wisatawan, Disporapar gelar pelatihan. (IDN Times/istimewa).
Menurut Rita, ada tiga komponen utama yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan wisata yang aman, yakni tersedianya sarana keselamatan, sumber daya manusia yang kompeten, dan prosedur penanganan keadaan darurat yang terstandar.
Ia menjelaskan, setiap pengelola destinasi perlu menyediakan fasilitas pendukung keselamatan, mulai dari alat pelindung diri (APD), helm, alat pemadam api ringan (APAR), hingga perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Di sisi lain, para pemandu dan pelaku wisata juga harus memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan profesional tiba.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menciptakan SDM yang kompeten sehingga pelaku usaha mampu memberikan rasa aman kepada wisatawan. Khusus wisata tirta, tingkat risikonya cukup tinggi sehingga pemandu harus memiliki kemampuan penyelamatan dan penanganan keadaan darurat,” jelasnya.
Usai menerima materi teori, peserta langsung mengikuti simulasi praktik penyelamatan. Dalam evaluasi yang dilakukan instruktur, peserta dinilai mampu menerapkan teknik pertolongan pertama sesuai prosedur.
Rita menambahkan, pelatihan serupa akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata di Kalimantan Barat. Selain keselamatan, materi ke depan juga akan mencakup tata kelola destinasi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan.
“Kami ingin seluruh pegiat wisata memiliki kompetensi yang baik, baik dalam aspek keselamatan maupun pengelolaan destinasi. Dengan begitu, kualitas pariwisata Kalbar akan semakin meningkat,” katanya.