- 2021: Rp40 miliar
- 2022: Rp172 miliar
- 2023: Rp200 miliar
Pelni Siapkan Peremajaan Armada, Fokus pada Kapal Baru

Balikpapan, IDN Times - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni berencana melakukan peremajaan aset, terutama penggantian kapal-kapal yang sudah berusia tua. Langkah bisnis ini telah memperoleh persetujuan pemerintah dengan koordinasi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Peremajaan aset ini akan berlangsung dalam 2 hingga 3 tahun ke depan. Saat ini, kami masih membahas secara mendalam terkait teknis pembelian kapal baru," ujar Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, saat ditemui di Balikpapan, Rabu (9/10/2024).
1. Bisnis jasa transportasi laut kembali menjanjikan

Tri Andayani mengungkapkan, bahwa industri transportasi laut di Indonesia menunjukkan pemulihan yang signifikan pasca-pandemik dengan pertumbuhan jumlah penumpang kapal. Bahkan pada tahun 2024 ini, ia sudah mengajukan dispensasi angkut penumpang hingga 150 persen dari kapasitas tampung kapal ke Kementerian Perhubungan.
Berikut data peningkatan keuntungan bersih perusahaan:
Ia juga mencatat adanya perubahan pola perjalanan masyarakat, yang kembali memilih transportasi laut dibandingkan transportasi udara. Hingga pertengahan 2024, Pelni telah melayani 4,2 juta penumpang dengan peningkatan jumlah penumpang sekitar 8-9 persen setiap tahunnya.
"Memang belum setinggi tahun 1999, tetapi sudah jauh lebih baik. Salah satu faktornya adalah terbatasnya sarana transportasi udara dan harga tiket pesawat yang mahal, sehingga masyarakat memilih transportasi laut," jelas Tri Andayani.
2. Pembelian kapal baru dengan skema PNM

Rencana pembelian kapal baru ini telah disetujui pemerintah melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN), dengan alokasi anggaran secara bertahap. Pada tahun 2024, dana yang dialokasikan sebesar Rp1,5 triliun, sedangkan tahun 2025 sebesar Rp2,5 triliun.
Pelni menargetkan dapat mengakuisisi setidaknya tiga kapal penumpang baru, dengan masing-masing kapal berkapasitas 30 ribu penumpang. Kapal-kapal baru ini akan menggantikan kapal lama yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.
"Saat ini, kami mengoperasikan 26 kapal, sebagian di antaranya sudah berusia tua. Salah satunya adalah KM Labobar, yang masih beroperasi melayani rute di kawasan Indonesia timur, meskipun usianya sudah lebih dari 30 tahun," kata Tri Andayani.
3. Proses pengadaan kapal-kapal baru

Tri Andayani menambahkan bahwa pembahasan teknis terkait pengadaan kapal baru masih dilakukan antara Pelni, Kemenhub, dan Kementerian BUMN. Diskusi ini mencakup pemilihan pihak yang akan diajak bekerja sama dalam pembuatan kapal.
"Kami sangat selektif dalam memilih mitra. Pastikan mereka memiliki rekam jejak yang baik dalam pembuatan kapal. Desain kapal harus disesuaikan dengan karakteristik perairan Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, kehati-hatian dalam proses pengadaan sangat penting agar kapal yang dibeli memiliki kualitas tinggi dan sesuai keinginan pemerintah. Ia menargetkan agar proses pengadaan kapal-kapal baru akan terealisasikan pada 2 hingga 3 tahun ke depan.



















