Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).
Selain meningkatkan patroli, pemerintah juga mengantisipasi kendala pasokan air saat proses pemadaman.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggali parit atau titik-titik yang masih memiliki cadangan air menggunakan ekskavator agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air ketika terjadi kebakaran.
“Kita sudah menggali titik-titik di mana air masih tersedia. Terutama saat malam hari ketika air pasang, ada parit-parit yang bisa kita gali menggunakan ekskavator menjadi sumber air untuk penyiraman," jelas Edi.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih pada musim kemarau ketika vegetasi dalam kondisi kering dan mudah terbakar.
Menurutnya, setiap pelaku yang terbukti sengaja membakar lahan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemkot Pontianak berharap langkah penegakan hukum yang dilakukan dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kota Pontianak.