Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polemik Land Rover di Samarinda Memanas, Audit Lanjutan Bongkar Fakta

Polemik Land Rover di Samarinda Memanas, Audit Lanjutan Bongkar Fakta
Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Daerah Kota Samarinda, Firdaus Akbar. Foto istimewa

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Kota Samarinda terus menindaklanjuti polemik sewa kendaraan dinas Land Rover Defender yang sempat menjadi sorotan publik. Setelah kontrak resmi dihentikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, proses kini berlanjut ke tahap audit lanjutan untuk menelusuri potensi pelanggaran disiplin di internal pemerintah.

Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Daerah Kota Samarinda, Firdaus Akbar, memastikan pemeriksaan lanjutan segera dimulai. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan wali kota melalui Sekretaris Daerah.

“Besok kami mulai menerbitkan surat pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan kendaraan sewa ini,” ujar Firdaus, Rabu (15/4/2026).

1. Proses secara menyeluruh diberlakukan

ilustrasi shio Tikus perlu mengaudit aset yang dimiliki
ilustrasi shio Tikus perlu mengaudit aset yang dimiliki (pexels.com/Mikhail Nilov)

Ia menjelaskan, audit akan dilakukan secara objektif dengan mengacu pada data dan fakta. Pemeriksaan mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan anggaran, hingga pelaksanaan kontrak.

Firdaus menyebut, hasil review sebelumnya masih bersifat terbatas karena hanya berdasarkan verifikasi dokumen. Karena itu, audit lanjutan diperlukan untuk pendalaman, termasuk menelusuri kemungkinan pelanggaran disiplin.

“Dalam audit ini kami akan menggali lebih dalam, termasuk melihat ada tidaknya indikasi pelanggaran,” katanya.

Jika ditemukan pelanggaran, hasilnya akan diklasifikasikan sesuai tingkatannya, mulai dari ringan hingga berat. Sebaliknya, jika tidak ada pelanggaran, Inspektorat juga akan menyampaikan hasil tersebut secara terbuka.

2. Hasil audit akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda

Jumpa pers Wali Kota Samarinda Andi Harun tentang sewa Land Rover Lavender.
Jumpa pers Wali Kota Samarinda Andi Harun tentang sewa Land Rover Lavender. Foto istimewa

Tim audit dijadwalkan bekerja selama 14 hari sejak surat tugas diterbitkan. Hasil pemeriksaan nantinya akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda sebagai dasar pengambilan keputusan.

Terkait kemungkinan unsur pidana, Firdaus menegaskan hingga saat ini belum ditemukan indikasi ke arah tersebut. Proses yang berjalan masih berada dalam ranah administratif dan disiplin internal.

“Belum ada indikasi pidana. Ini masih dalam tahap pengawasan internal oleh Inspektorat,” tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya temuan baru, mengingat audit kali ini dilakukan lebih mendalam dibandingkan tahap sebelumnya.

3. Evaluasi kontrak sewa kendaraan dinas

Rover Eight 1910 dan Land Rover Defender yang identik dengan kendaraan off-road. (carmagazine.co.uk | favcars.com)
Rover Eight 1910 dan Land Rover Defender yang identik dengan kendaraan off-road. (carmagazine.co.uk | favcars.com)

Salah satu fokus pemeriksaan adalah evaluasi kontrak sewa kendaraan yang dinilai mengalami perubahan nilai yang sangat kecil dari tahun ke tahun. Temuan awal menunjukkan penurunan nilai yang tidak signifikan, sehingga perlu dikaji lebih lanjut.

“Misalnya dari tahun pertama ke tahun berikutnya hanya turun sekitar Rp100 ribu. Ini yang akan kami dalami,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, Inspektorat Samarinda juga mendapat supervisi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri). Laporan hasil review beserta dokumen pendukung telah diserahkan kepada tim Irjen yang melakukan kunjungan di Kalimantan Timur.

Dokumen tersebut meliputi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), standar satuan harga, hingga dokumen kebutuhan kendaraan. Menurut Firdaus, langkah Pemkot Samarinda mendapat apresiasi dari tim Irjen karena dinilai terbuka dan responsif.

“Kehadiran Irjen sangat membantu memastikan proses pengawasan berjalan sesuai koridor,” katanya.

4. Menjaga transparansi di Pemkot Samarinda

ilustrasi melakukan audit
ilustrasi melakukan audit (pexels.com/Mikhail Nilov)

Audit lanjutan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Samarinda dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Sejak awal, pemerintah memilih membuka proses kepada publik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Dengan dimulainya audit, publik kini menunggu hasil akhir pemeriksaan. Hasil tersebut akan menentukan ada tidaknya pelanggaran disiplin dalam polemik sewa kendaraan dinas tersebut.

Kasus ini sekaligus menjadi pelajaran bagi Pemkot Samarinda untuk memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa agar lebih transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Jangan Salah Pilih! Ini 6 Kuas Makeup Penting untuk Pemula

17 Apr 2026, 17:00 WIBNews