Polres PPU Siagakan Personel untuk Antisipasi Teror selama Nataru

Penajam, IDN Times - Polres Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kesiagaan personel pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Sekaligus juga mengantisipasi potensi ancaman teror di PPU dan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Polres PPU bersiaga menyusul penangkapan 10 terduga aksi teror jelang Nataru. Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri melakukan penegakan hukum di wilayah Sragen, Boyolali, Jawa Tengah sebagaimana pernyataan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
“Mengantisipasi teror, kami telah memaksimalkan strategi preemtif dan preventif,” kata Kapolres PPU Ajun Komisaris Besar Polisi Hendrik Eka Bahalwan, Selasa (26/12/2023).
1. Kolaborasi dengan Kodim 0913/PPU

Polres PPU berkolaborasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0913/ PPU dan berjalan dengan efektif tanpa kendala sesuai dengan harapan.
“Dalam menjaga situasi di wilayah PPU dan sekitar IKN, kami juga melakukan kolaborasi dengan rekan-rekan dari Kodim 0913/PPU, dan tentu berjalan efektif di lapangan. Bahkan kegiatan tersebut sudah kita gelar sebelum pelaksanaan Operasi Lilin Mahakam 2023,” tegas Kapolres.
Sementara itu, tambahnya, dalam pelaksanaan Operasi Lilin Mahakam 2023 atau operasi pengamanan Nataru berlangsung selama 12 hari, dimulai dari 22 Desember 2023 sampai dengan 02 Januari 2024. Di mana pihaknya mengerahkan total sebanyak 587 orang personel.
“587 orang personel itu merupakan gabungan dari Polres dan Polsek sebanyak 420 lalu stakeholder dari TNI, unsur Pemerintah Kabupaten PPU, dan organisasi masyarakat sejumlah 167 orang,” tuturnya.
2. Amankan perayaan Natal di 54 gereja

Selain mengamankan situasi keamanan wilayah Operasi Lilin Mahakam 2023 di Kabupaten PPU juga memfokuskan pengamanan perayaan Natal di 54 rumah ibadah atau gereja tersebar di empat kecamatan PPU.
Di mana berdasarkan pendataan pihaknya total jemaat yang melaksanakan ibadah Natal se PPU total sebanyak 5.649 orang dengan rincian Kecamatan Penajam 2.553 orang, Waru 270 orang dan Kecamatan Babulu 145 orang. Sedangkan di wilayah IKN pada Kecamatan Sepaku sejumlah 2.672 orang jemaat.
“Dari total 54 gereja yang dijadikan sebagai target pengamanan, kami siaga kan satu regu atau 10 orang personel setiap gereja. Mereka melaksanakan tugas sebelum dan setelah usai ibadah Natal,” sebut Kapolres.
Kemudian dalam Operasi Lilin Mahakam 2023 di Kabupaten PPU, bebernya, telah didirikan sebanyak 15 pos terdiri dari satu pos terpadu di Pelabuhan Feri Penajam, satu pos pelayanan di daerah Tunan Petung, dan 13 pos pengamanan di objek wisata serta sejumlah gereja.
3. Kondisi keamanan PPU aman dan kondusif

Polres PPU menilai situasi kamtibmas dalam kondisi terkendali selama Nataru ini.
“Berdasarkan pantauan kami, perayaan Natal 2023 dan jelang Tahun Baru 2024 kondisi keamanan di wilayah hukum Polres PPU berjalan aman dan kondusif. Tidak ada kendala masyarakat melakukan ibadah Natal dengan tenang dan masyarakat lainnya pun dapat melaksanakan aktivitas liburan tanpa kendala,” tutur Kapolres.
Namun, lanjutnya, Polres PPU juga tetap mewaspadai terjadi bencana alam karena hujan yang akhir-akhir ini turun lebih lama. Tentunya kewaspadaan ini dikoordinasikan dengan Kodim dan Pemerintah Kabupaten PPU.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim PPU Bapak Kolonel Inf Arfan Affandi dan Penjabat Bupati Makmur Marbun, untuk siapkan power on hand di kabupaten ini, guna mitigasi bencana alam karena hujan. Sedangkan di polres sendiri, kita siapkan satu peleton personel sebagai power on hand Kapolres saat ada situasi bencana di PPU,” pungkasnya.



















