Mantan Presiden Jokowi menanam kelapa genjah, di Boyolali. (dok. Setkab)
Sebagai alternatif, ia mendorong pengembangan kelapa hibrida (genjah) yang memiliki masa panen lebih cepat, yakni sekitar 3 hingga 5 tahun.
Rudy juga mencontohkan keberhasilan Provinsi Maluku Utara dalam mengembangkan komoditas kelapa yang mampu menembus nilai ekspor hingga Rp1,2 triliun.
“Saya minta dilakukan koordinasi dengan dinas terkait di kabupaten dan kota pesisir Kaltim untuk pengembangan kelapa. Tanaman ini cocok di kawasan pesisir karena membutuhkan kandungan garam,” jelasnya.
Ke depan, Rudy berharap pengembangan kakao dan kelapa dapat menjadi fondasi sistem ekonomi berkelanjutan di Kaltim. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif, seperti minyak dan gas serta pertambangan batu bara yang bersifat tidak terbarukan.