Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Program Hapus Tato Diikuti Sejumlah Remaja di Pontianak
Pemuda di Pontianak ikut program hapus tato. (IDN Times/istimewa).
  • Faisal, 17 tahun, mengikuti Program Hapus Tato Gratis Rumah Zakat Kalbar untuk meninggalkan masa lalu sebagai anak punk dan memperbaiki diri.
  • Ia mulai bertato pada usia sekitar 14 tahun karena ikut-ikutan lingkungan pertemanan, lalu bertekad menghapus seluruh tato sebagai bagian dari hijrah.
  • Penghapusan tato dilakukan melalui terapi laser bertahap dengan jeda sekitar satu bulan; Rumah Zakat menekankan dukungan dan pendampingan tanpa stigma bagi peserta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Tekad untuk meninggalkan masa lalu mengantarkan Faisal (17) mengikuti Program Hapus Tato Gratis yang diselenggarakan Rumah Zakat Kalimantan Barat (Kalbar). Remaja yang mengaku pernah menjadi anak punk itu kini ingin menghapus seluruh tato di tubuhnya sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki diri.

“Sebelum meninggal, saya kepingin hapus semua tato ini,” kata Faisal.

Ungkapan sederhana itu menjadi alasan kuat Faisal mengikuti program ini. Bukan karena menyerah pada kehidupan, melainkan karena ingin menjemput masa depan yang lebih baik dan meninggalkan kebiasaan yang pernah dijalaninya semasa remaja.

1. Punya tato sejak usia 14 tahun

Program hapus tato dengan Rumah Zakat. (IDN Times/istimawa).

Faisal mengaku mulai memiliki tato saat berusia sekitar 14 tahun. Saat itu, ia hidup di lingkungan anak punk dan membuat tato karena ikut-ikutan teman. Namun, seiring bertambahnya usia, pandangannya berubah.

Dia kini bertekad menghapus semua tato sebagai simbol kesungguhannya berhijrah. Faisal menuturkan, dia ingin bersih dari tato sebelum meninggal.

Representative Manager Rumah Zakat Kalimantan Barat, Asrul Putra Nanda, mengatakan kisah Faisal menjadi gambaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah apabila diberi ruang dan dukungan.

“Faisal datang bukan sekadar ingin menghapus tato, tetapi membawa niat untuk memperbaiki diri. Program ini kami hadirkan sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang ingin berhijrah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa yang mereka butuhkan adalah kesempatan, bukan penghakiman,” terang Asrul, Minggu (2/8/2026).

2. Penghapusan tato dilakukan secara berkala

Program Rumah Zakat hapus tato gratis. (IDN Times/istimewa).

Menurutnya, Program Hapus Tato Gratis tidak hanya berfokus pada proses menghilangkan tato secara medis, tetapi juga menjadi bagian dari pendampingan bagi peserta yang ingin meninggalkan masa lalunya.

“Setiap peserta memiliki cerita yang berbeda. Kami tidak melihat masa lalunya, tetapi menghargai keberanian mereka mengambil langkah untuk berubah. Semoga ikhtiar ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Asrul menjelaskan, proses menghapus tato tidak dapat dilakukan dalam satu kali tindakan. Peserta harus menjalani beberapa kali terapi laser secara bertahap dengan jeda waktu sekitar satu bulan hingga tato memudar.

3. Berharap kisah Faisal jadi inspirasi masyarakat

Tim hapus tato gratis dari Rumah Zakat. (IDN Times/istimewa).

Karena itu, program ini membutuhkan komitmen dan kesabaran dari setiap peserta.

Ia berharap kisah Faisal dapat menginspirasi masyarakat agar tidak mudah memberi stigma kepada seseorang yang sedang berusaha memperbaiki hidupnya.

“Perubahan selalu dimulai dari langkah pertama. Tugas kita bukan menghakimi, tetapi memberi semangat dan mendoakan agar mereka tetap istiqamah dalam proses hijrahnya,” tukasnya.

Editorial Team

Related Article