Hunian Pekerja IKN Kini Dihuni 4.302 Orang, Ada Tower Khusus Perempuan

- Hunian Pekerja Konstruksi IKN di Sepaku dihuni 4.302 pekerja, mencakup tenaga konstruksi, keamanan, kebersihan, dan pendukung pembangunan lainnya.
- Kawasan HPK menyediakan kantin, masjid, taman, serta sistem pengelolaan gedung untuk pemeliharaan, kebersihan, keindahan lingkungan, dan keamanan penghuni.
- Sebanyak 716 penghuni adalah perempuan; Otorita IKN menyiapkan empat tower khusus perempuan, pengamanan perempuan, CCTV, dan aturan akses untuk menjaga privasi.
Nusantara, IDN Times - Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, saat ini dihuni sebanyak 4.302 pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, mengatakan kawasan HPK telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti kantin, masjid, dan taman untuk menunjang kenyamanan para penghuni.
"HPK dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid, dan taman," ujarnya dilaporkan Antara, Jumat (31/7/2026).
1. Prinsip perlindungan dan kenyamanan penghuni IKN

Menurut Cakra, pengelolaan HPK mengedepankan prinsip perlindungan dan kenyamanan bagi seluruh penghuni. Dari total 4.302 penghuni, sebanyak 716 orang atau 16,6 persen merupakan perempuan, sedangkan 3.586 orang atau 83,4 persen adalah laki-laki.
HPK disiapkan sebagai tempat tinggal bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN, mulai dari tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga tenaga pendukung lainnya.
Seluruh kawasan dikelola melalui sistem building management yang mencakup pemeliharaan teknis, kebersihan, keindahan lingkungan, serta keamanan gedung. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan berjalan secara profesional sehingga penghuni merasa aman dan nyaman.
Sebagai bagian dari kebijakan responsif gender, Otorita IKN juga menerapkan berbagai langkah untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja perempuan. Salah satunya dengan menyediakan empat tower khusus perempuan di kawasan HPK-2 dari total 35 tower yang tersedia.
2. Perlindungan terhadap para pekerja perempuan di IKN

Selain menjaga privasi, kawasan hunian perempuan juga diawasi oleh petugas keamanan perempuan. Penempatan petugas housekeeping pun disesuaikan berdasarkan gender dan lokasi kerja agar pelayanan lebih optimal.
Untuk memperkuat sistem keamanan, area publik di HPK telah dipasang kamera pengawas (CCTV). Pengelola juga menerapkan tata tertib bagi seluruh penghuni guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
"Di tower perempuan, laki-laki tidak diperbolehkan masuk tanpa didampingi petugas," ujar petugas keamanan perempuan HPK-2, Nirwana.
3. Respons positif pekerja perempuan di IKN

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari para penghuni. Sri, salah seorang pekerja yang telah tinggal di HPK selama sekitar satu tahun, mengaku sejak pertama kali datang ke IKN dirinya langsung ditempatkan di area khusus perempuan.
Menurutnya, penataan kawasan dan sistem keamanan yang diterapkan membuat dirinya merasa lebih nyaman dan terlindungi selama tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi IKN.




















