Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proyek Strategis IKN Berjalan, Jalan Yudikatif Catat Progres Positif
Jembatan perlintasan khusus satwa liar di wilayah Ibukota Nusantara (IKN), Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Penaam, IDN Times - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) melaporkan progres pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 19,35 persen hingga akhir Mei 2026.

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 18,29 persen atau mencatat deviasi positif sebesar 1,06 persen. Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2027.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan pekerjaan konstruksi saat ini masih berlangsung secara paralel di sejumlah segmen untuk menjaga percepatan pembangunan.

1. Beberapa proyek dalam pengerjaan

Antrean kendaraan di Masjid Negara Ibukota Nusantara, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Beberapa pekerjaan yang tengah dikerjakan meliputi pemasangan geotekstil, timbunan tanah, pembangunan struktur Multi Utility Tunnel (MUT), box culvert, jembatan, rigid pavement, hingga saluran drainase.

“Progres ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga kualitas, produktivitas, dan ketepatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” kata Ngatemin dilaporkan Antara dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, WIKA terus memastikan proyek berjalan sesuai target melalui penguatan koordinasi, penerapan metode kerja yang efektif, serta pengendalian mutu dan biaya secara berkelanjutan.

Ia menilai keberadaan jalan kawasan yudikatif memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN.

2. Teknologi konstruksi modern

Jalan Tol Balikpapan-IKN Segmen 3B difoto pada Oktober 2023 kemarin. (Dok. wika.co.id)

Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan, WIKA juga menerapkan sejumlah teknologi konstruksi modern. Di antaranya penggunaan Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry yang memungkinkan proses pengambilan data konstruksi dilakukan lebih cepat dan akurat.

Selain itu, perusahaan menerapkan metode Sliding Formwork pada pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) guna mempercepat proses konstruksi.

Pada pekerjaan struktur, WIKA menggunakan sistem Cooling Pipe saat pengecoran pile cap mass concrete untuk menjaga suhu beton, mengurangi risiko retak akibat panas, serta meningkatkan kualitas konstruksi.

Sementara itu, teknologi Load Scanner diterapkan untuk memantau volume material yang keluar masuk proyek secara digital. Teknologi ini mendukung akurasi pengukuran, transparansi data, serta pengendalian material di lapangan.

3. Tantangan kenaikan harga material konstruksi

ilustrasi pekerja konstruksi (magnific.com/lifestylememory)

Meski progres pembangunan berjalan sesuai rencana, WIKA mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kenaikan harga material konstruksi akibat kondisi geopolitik global.

“Kenaikan harga berdampak pada biaya material utama, logistik, hingga jasa subkontraktor. Karena itu, kami terus melakukan optimalisasi perencanaan, pengendalian biaya, dan efisiensi pelaksanaan agar target proyek tetap tercapai sesuai jadwal,” ujar Ngatemin.

Pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif IKN diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar-kawasan strategis, memperlancar mobilitas masyarakat dan aparatur, serta memperkuat integrasi fungsi pemerintahan di Ibu Kota Nusantara.

Melalui proyek tersebut, WIKA turut mendukung pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan IKN

Editorial Team

Related Article