Ribuan Orang Sudah Ikut Rapid dan Swab Test di Samarinda, Ini Hasilnya

Samarinda, IDN Times - Pelan tetapi pasti kasus virus corona atau COVID-19 di Samarinda, Kalimantan Timur, semakin berkurang. Kini hanya ada 7 pasien positif corona yang dirawat di rumah sakit. Padahal sebelumnya ada 43 orang terkonfirmasi positif. Lantaran wabah mulai melandai, Pemkot Samarinda berlakukan relaksasi alias pelonggaran aturan di sejumlah sektor.
“Walaupun relaksasi tetap harus waspada,” ucap Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda, Ismid Kosasih saat dihubungi IDN Times pada Selasa (2/6).
1. Diskes Samarinda rapid dan swab test massal di sejumlah tempat padat interaksi

Ismid paham benar dengan kekhawatiran warga Samarinda mengenai gelombang kedua COVID-19. Lebih-lebih ketika fase relaksasi dimulai terhitung 1 Juni 2020 lalu. Dan dalam 15 hari ke depan Diskes Samarinda harus bersiap. Meskipun kasus melandai tak boleh santai, harus jemput bola di lokasi ramai.
“Itu sebabnya kami mengadakan rapid dan swab test massal di sejumlah tempat yang padat interaksi,” imbuhnya.
2. Sudah empat kali Diskes Samarinda rapid dan swab test massal

Informasi dihimpun IDN Times, terhitung 4 kali Diskes Samarinda melaksanakan rapid dan swab test massal. Pertama pintu masuk menuju Samarinda di kawasan Loa Janan, lalu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili, Jalan Lumba-Lumba, Samarinda Ilir. Dua kegiatan ini ditunaikan sebelum Lebaran. Selanjutnya di posko banjir Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Temindung Permai, Sungai Pinang dan terakhir Pasar Segiri di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu.
“Intinya rapid dan swab test massal ini untuk tracing dan screening cepat penyebaran pandemik COVID-19 di Samarinda,” tegasnya.
3. Warga diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19 saat fase relaksasi

Hingga sekarang Samarinda belum ada transmisi lokal, itu sebabnya Ismid meminta warga tak perlu panik tetapi tetap waspada. Sebab dari kurva, ibu kota Kaltim ini sudah melewati masa puncak.
“Ingat tetap disiplin protokol kesehatan. Ingat jaga jarak, pakai masker saat berada di luar rumah dan ingat selalu pola hidup bersih sehat (PHBS),” tegasnya.
4. Semuanya negatif, hasil rapid dan swab test 2.400 warga Samarinda

Setali tiga uang, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Diskes Samarinda, dr Osa Rafshodia mendetailkan jumlah peserta rapid dan swab test massal sebanyak 2.400 orang. Khusus swab test ada 900 warga yang ikut, sedangkan rapid test ada 1.500 jiwa.
“Syukur alhamdulillah semuanya negatif. Rencananya kami akan rapid dan swab test massal di Pasar Pagi,” ucap Osa, begitu ia biasa disapa.
Osa menambahkan, ada baiknya selama fase relaksasi selama 15 hari ke depan, warga taat dengan tiga hal mulai dari pakai masker, jaga jarak dan disiplin PHBS.
“Kalau itu ditaati saja, fase pertama akan dilewati dengan baik,” pungkasnya.



















