ilustrasi rapid test antigen (IDN Times/Mela Hapsari)
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, tren peningkatan kasus COVID-19 di Kota Minyak ini karena banyak orang yang mau berlibur sehingga terdeteksi melalui rapid test antibodi/ antigen.
Selain itu juga peningkatan kasus bertambah dari perusahaan dan perkantoran yang mengadakan banyak kegiatan tatap muka.
"Perkantoran atau perusahaan mengejar menyelesaikan kegiatan akhir tahun yang mengumpulkan orang. Banyak pertemuan, seminar, perjalanan dinas, banyak lembur," ungkapnya melalui pesan tertulis pada Jumat (25/12/2020).
Dokter yang akrab disapa Dio ini melanjutkan, akibatnya, dari klaster perkantoran kemudian menular ke rumah dan menjadi klaster keluarga.
Selain itu Dio menjelaskan, tren penambahan kasus COVID-19 Balikpapan juga berasal dari perusahaan migas atau tambang melalui pemeriksaan saat akan ganti kru pekerja.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times