Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serunya Warga Pontianak War Jenggot Naga, Ini Filosofisnya!
Warga berbebut jenggot naga di Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Warga Pontianak antusias mengikuti ritual Naga Buka Mata di Klenteng Kwan Tie Bio dan berebut jenggot naga merah yang dipercaya membawa keberuntungan serta perlindungan sepanjang tahun.
  • Tradisi rebutan jenggot naga menjadi bagian tetap perayaan Cap Go Meh, di mana masyarakat rela berdesakan demi mendapatkan simbol berkah dan keselamatan tersebut.
  • Kepercayaan terhadap kekuatan spiritual jenggot naga menjadikan Cap Go Meh bukan sekadar tontonan budaya, tapi juga wujud harapan akan rezeki dan kesehatan di tahun baru Imlek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 Maret 2026

Warga Pontianak menghadiri ritual Naga Buka Mata di Klenteng Kwan Tie Bio dan berebut jenggot naga setelah acara berlangsung.

setiap tahun

Tradisi rebutan jenggot naga dilakukan dalam perayaan Cap Go Meh, dipercaya membawa keberkahan, keselamatan, dan rezeki bagi masyarakat.

kini

Kepercayaan bahwa jenggot naga membawa keberuntungan dan perlindungan masih kuat di kalangan warga Pontianak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Warga Pontianak berebut jenggot naga usai ritual Naga Buka Mata dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di Klenteng Kwan Tie Bio.
  • Who?
    Warga Pontianak dan panitia Cap Go Meh, termasuk Ketua Panitia Hendry Pangestu Lim, terlibat dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Klenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026, saat pelaksanaan ritual Naga Buka Mata menjelang puncak Cap Go Meh.
  • Why?
    Jenggot naga dipercaya membawa rezeki, kesehatan, dan perlindungan sepanjang tahun sehingga warga berusaha mendapatkannya sebagai simbol keberkahan.
  • How?
    Usai ritual, warga berdesakan mendekati replika naga merah untuk memperebutkan helai jenggot berbahan benang wol yang dianggap membawa keberuntungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Warga Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ‘war’ atau rebutan jenggot naga usai menyaksikan ritual Naga Buka Mata di Klenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro Pontianak, pada Minggu (1/3/2026).

Warga rela berdesak-desakan menyaksikan ritual Naga Buka Mata. Tak hanya itu, sejumlah warga, bahkan rela berebut ‘jenggot’ naga.

Jenggot naga dari replika naga yang berwarna merah ini kerap kali diincar oleh warga. Ada filosofis tersendiri ketika warga berhasil mendapatkan jenggot naga tersabut.

1. Makna jenggot naga

Warga berburu jenggot naga karena dipercaya mendatangkan rezeki. (IDN Times/Teri).

Ketua Panitia Cap Go Meh Pontianak, Hendry Pangestu Lim menuturkan, Jenggot berbahan benang wol berwarna merah tersebut diperebutkan karena dipercaya bisa mendatangkan rezeki dan kesehatan yang berlimpah dan perlindungan sepanjang tahun.

Bahkan, beberapa orang sengaja menyimpan helai jenggot naga yang didapat dan meletakkannya di dompet, rumah, atau tempat usaha sebagai jimat keberuntungan.

2. Rebutan jenggot naga jadi tradisi tiap tahun

Naga buka mata di Pontianak awali perayaan Cap Go Meh. (IDN Times/Teri).

Tradisi ini sudah ada sejak lama, dan setiap perayaan Cap Go Meh, banyak orang rela berdesakan demi bisa menyentuh naga yang meliuk-liuk di tengah keramaian.

Hendry bilang, rebutan jenggot naga dalam perayaan Cap Go Meh bukan hanya tradisi tetapi juga memiliki makna mendalam bagi masyarakat.

“Itu udah biasa jenggot naga itu, setiap tahun masyarakat ingin mendapatkan baroka ya. Baroka jenggot naga ada sisi positifnya, mungkin ada keberkahan, keselamatan,” terangnya di sela acara pembukaan ritual buka mata naga.

3. Cap Go Meh lebih dari sekadar tontonan, bagian dari spiritualitas

Jenggot naga diyakini dapat datangkan berkah. (IDN Times/Teri).

Kepercayaan bahwa jenggot naga membawa keberuntungan dan perlindungan masih kuat hingga saat ini sehingga warga selalu berebut jenggot naga.

“Ini menjadikan perayaan Cap Go Meh lebih dari sekadar tontonan budaya tetapi juga bagian dari spiritualitas dan harapan untuk tahun yang lebih baik,” tukasnya.

Editorial Team