Balikpapan, IDN Times - Nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendy Febrianto Kurniawan, Direktur Kriminal Khusus Polda Kalimantan Utara (Kaltara), kian melejit, usai dengan berani mengungkap kasus tambang emas ilegal di Sekatak Bulungan. Kasus pertambangan liar yang sudah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat di Kaltara, hingga baru-baru dibongkar.
Polisi membekuk pelaku utamanya, oknum polisi Brigadir Satu Hasbudi yang merupakan orang "kuat" di belakang sejumlah aksi kriminal dari penyelundupan pertambangan liar, penyelundupan, hingga kasus pemukulan jurnalis setempat. Hingga mendaratkannya pada mafia besar yang bergumul di belakang kasus-kasus itu.
Aksinya tersebut membawa harapan bagi masyarakat Kaltara, yang sekian lama dibuat resah atas segala tindak kejahatan tersebut. Sosok Hendy pun disebut sebagai polisi pemberani, hingga namanya diusulkan masyarakat dalam Hoegeng Award 2022 atau nominasi apresiasi polisi teladan yang digelar Polri.
“Ini di luar ekspektasi saya. Karena setiap saya diberikan kepercayaan suatu jabatan oleh pimpinan, saya selalu berpikir untuk melaksanakannya sebaik mungkin,” ujarnya.
Baginya, ia meneruskan, dengan jabatan itu dirinya pun bertekad harus ada tindakan nyata atas kehadirannya di tengah masyarakat. Tak hanya sebatas riwayat jabatan.
