Ilustrasi hotel (Pexels.com/rawpixel.com)
Besar harapan Lenny dengan berlakunya fase relaksasi per 1 Juni 2020 lalu, hotel bergairah. Wajar demikian, sikap optimistis itu hadir karena tiga bulan lebih sektor perhotelan tiarap. Namun nyatanya tidak demikian, pertumbuhannya pun tak sampai 1 persen. Makanya, bila tak ada solusi bisa makin terpuruk. Pekerja hotel yang dirumahkan saja ada seribu lebih. Belum lagi dengan sistem kerja yang baru, seperti 15 hari kerja, 15 hari off. Jadi gaji yang masuk hanya 50 persen saja.
“Memang dilema, karena ekonomi dan kesehatan sama-sama penting. Kebijaksanaan pemerintah menjadi solusi. Anggota PHRI Samarinda ada 60 hotel, alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang tutup. Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu,” pungkasnya.