Ilustrasi Tenaga Medis di tengah Pandemik COVID-19 (Instagram.com/rscm.official)
“Kami berharap tunjangan tersebut bisa segera tersalurkan kepada seluruh nakes, sehingga kita bisa lebih fokus dalam penanganan pasien COVID-19 yang kian hari makin bertambah jumlah kasusnya,” harap perawat yang tak mau disebut namanya ini.
Perawat ini juga cemas karena banyak pelaku perjalanan dari luar Kaltim masuk ke PPU untuk mencari pekerjaan. Ia kerap merasa kesal karena banyak warga PPU yang bepergian ke zona merah hanya untuk sekedar jalan-jalan dan belanja saja.
“Kami cemas, khawatir dan stres. Ini berdampak pada psikologis kami, apalagi jarang pulang bertemu anak, istri atau suami dan keluarga. Bahkan menimbulkan depresi. Khawatir diasingkan oleh masyarakat kalau terpapar COVID-19 dimana kami sangat rawan terkena, sementara apresiasi yang diberikan juga belum cukup,” tuturnya.
Ia berharap, pemerintah memperhatikan tenaga kesehatan yang sampai saat ini banyak yang belum pernah rapid test sama sekali. Dirinya juga meminta pemerintah juga memperhatikan petugas pos pengetatan di pelabuhan pintu masuk PPU.
“Pemerintah harus lebih memperhatikan standar keselamatan untuk para nakes serta petugas pos pengetatan terutama mereka yang berjuang langsung menyelamatkan pasien COVID-19, mengingat pencegahan serta penyebaran virus ini terus meningkat di PPU dan mereka jadi garda terdepan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta perhatian dari segi kebutuhan vitamin serta alat yang pendukung medis lainnya.