Kampung Nelayan Merah Putih Hadir di Pesisir Ekonomi Kaltim

Kutai Timur, IDN Times - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mengembangkan sarana perikanan terintegrasi melalui program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor perikanan dari hulu hingga hilir.
"Kawasan terpadu ini merupakan langkah untuk menyejahterakan puluhan ribu nelayan kita melalui penguatan sistem perikanan dari hulu sampai hilir," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kaltim, Petrijansah Noor diberitakan Antara, di Samarinda, Kamis (9/7/2026).
1. Pengembangan kampung nelayan di Kaltim

Hingga saat ini, enam kabupaten/kota telah mengajukan usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, serta Kota Bontang dan Samarinda.
Program strategis nasional tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai fasilitas pendukung kegiatan perikanan dalam satu kawasan. Dengan konsep tersebut, seluruh kebutuhan operasional nelayan dapat dipenuhi di satu lokasi sehingga aktivitas penangkapan ikan menjadi lebih efisien.
Fasilitas yang akan dibangun meliputi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, ruang penyimpanan berpendingin (cold storage), hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus bagi nelayan. "Kawasan terintegrasi ini akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mempertemukan nelayan, pembudidaya, hingga distributor dalam satu ekosistem usaha," ujar Petrijansah.
2. Penguatan dukungan logistik

Selain pembangunan infrastruktur, DKP Kaltim juga memperkuat dukungan logistik melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di setiap sentra perikanan.
Koperasi tersebut akan menyediakan alat tangkap yang berkualitas sekaligus memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan berjalan tepat sasaran.
Menurut Petrijansah, optimalisasi peran koperasi dan tersedianya fasilitas pendukung akan membantu menekan biaya operasional nelayan. Dengan demikian, produktivitas dan pendapatan mereka diharapkan meningkat.
3. Kelompok nelayan di Kaltim

Berdasarkan data DKP Kaltim, jumlah nelayan di provinsi tersebut mencapai 42.162 orang yang beraktivitas di perairan laut dan 36.125 orang di perairan umum daratan. Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan jumlah nelayan perairan umum daratan terbanyak, yakni sekitar 31.700 orang.
"Kami akan terus mengawal perluasan program ini agar memberikan kepastian usaha bagi nelayan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir," kata Petrijansah.





















